RadarSitubondo.id – Penebangan pohon di kawasan SMAN 2 Situbondo terus menuai polemik. Kali ini Komite SMAN 2 Situbondo meminta Kepala Sekolah (Kasek), Syaiful Bahri untuk transparan memastikan keberadaan dan penggunaan kayu-kayu dari pohon yang sudah ditebang tersebut. Sebab, pasca kejadian terungkap melalui CCTV, ada aktifitas pengangkutan kayu ke luar lingkungan sekolah hingga tiga pikap.
Salah satu anggota Komite SMAN 2 Situbondo yang enggan disebutkan namanya menerangkan, komite sudah melakukan pengecekan secara menyeluruh ke titik pemangkasan pohon maupun ke lokasi penebangan pohon. Hasil peninjauan menemukan banyak kejanggalan. "Kayu dipotong lalu diangkut sebanyak tiga pikap. Entah itu dibuang atau dijual kemana belum dijawab oleh Kasek," katanya kepada Koran ini, Minggu (24/08).
Dia menilai Kasek terlalu gegabah mengambil kebijakan. Itu membuat keluarga SMADA sangat menyayangkan. Komite juga akan bergerak mengusut dugaan tindak pidana penebangan pohon yang diduga melanggar aturan. "Mau nebang sudah tidak koordinasi dulu, begitu ramai tidak bisa memberi penjelasan yang memuaskan," tegasnya.
Diakui, Komite SMAN 2 Situbondo memang sudah bertemu kepala sekolah. Namun, sejumlah pertanyaan yang diajukan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. “Kita belum menerima penjelasan yang rinci tentang kayu yang ditebang itu dikemanakan? Kalau misalnya dijual, jumlah uang yang diperoleh berapa dan untuk apa penggunaannya kita belum dapat penjelasan,” tegasnya.
Sebab itulah, kata dia, Kepala SMADA Situbondo diminta segera melakukan pers rilis menyampaikan alasan-alasan kenapa harus melakukan penebangan pohon, termasuk di hutan sekolah. “Silahkan sampaikan sesuai dengan aturan, etika, dan fungsi penebangan itu sendiri," tegasnya.
Dia menegaskan bahwa Komite memiliki kewenangan untuk mengkritik kebijakan Kasek demi kemajuan SMAN 2 Situbondo. Sebagai jembatan antara orang tua dan sekolah, komite memiliki fungsi pengawasan dan pemberian saran. "SMADA besar bukan dibangun satu orang, tapi bersama-sama. Sekarang kok Kasek bertindak tanpa Koordinasi, lalu kami (komite) dianggap sebagai apa?" katanya.
Dia memastikan akan terus mengawasi kegiatan sekolah dan meminta Kasek untuk memberikan keterangan yang transparan dalam pengelolaan keuangan dan kegiatan sekolah. "Kami berharap Kasek dapat memberikan penjelasan yang memuaskan dan bertanggung jawab atas tindakannya," pungkasnya.
Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Situbondo, Syaiful Bahri, belum berhasil dikonfirmasi. Sebab saat dihubungi melalui pesan Whatshapp tidak online, ditelepon melalui sambungan seluler juga tidak dapat dihubungi.
Diberitakan sebelumnya, (21/8) Komite dan Kasek SMADA sudah melakukan pertemuan mendiskusikan penebangan pohon yang dilakukan pekan lalu (10/8). Dalam rapat tersebut, pernyataan kasek dibantah oleh komite. Kasek hanya mengaku tidak ada penebangan pohon, tetapi hanya pemangkasan. Padahal fakta yang terjadi, berdasarkan temuan komite ada penebangan pohon dalam hutan SMADA. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono