Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Warga Banyuglugur Mengaku Dirugikan Akibat Pengeboran Air PT Fuyuan

Moh Humaidi Hidayatullah • Jumat, 12 September 2025 | 14:00 WIB

 

TINJAU LOKASI: Alyono, 52, warga Desa/Kecamatan Banyuglugur, menunjukkan sumber air yang kering di lahannya, (10/9).
TINJAU LOKASI: Alyono, 52, warga Desa/Kecamatan Banyuglugur, menunjukkan sumber air yang kering di lahannya, (10/9).

RadarSitubondo.id -Alyono, warga Desa/Kecamatan Banyuglugur mengalami kerugian akibat pengeboran air yang diduga milik PT Fuyuan. Pengeboran air di dekat lahan milik pria 52 tahun tersebut mengakibatkan sumber air mengering.

Sebelum pengeboran oleh PT Fuyuan, air muncul sendiri di lahan milik Alyono. Namun, sekarang sumber air tersebut sudah mengering akibat pengeboran besar dan dalam yang dilakukan oleh PT Fuyuan. “Dulu ada satu boran milik PT. Fuyuan berada di barat lahan milik saya. Jaraknya agak jauh, dan itu berdampak pada sumber air di lahan saya. Gara-gera pengeboran itu, sumber air di lahan saya kecil,” katanya.

Saat pengeboran pertama, Alyono menerima kompensasi sebesar Rp 25 juta pertahun sebanyak dua kali. Namun, selama tiga tahun terakhir, PT Fuyuan tidak membayar kompensasi lagi. “Dulu yang terdampak, dapat uang kompensasi, katanya setiap tahun akan terima Rp 25 juta selama lima tahun. Tapi saya hanya dapat yang dua tahun. Pokok yang terdampak ya dapat,” kata Alyono.

Saat ini, sudah melakukan pengeboran yang ke dua. Lokasi pengeboran tepat di utara sumber air milik Alyono. Jaraknya juga sangat dekat. Itu mengakibatkan sumber air mengering total. “Di utara boran yang baru ada lahan saya dua kotak, saat ini juga terdampak. Air pengeboran mengalir ke sawah milik saya. Sawah saya basah terus dan tidak bisa ditanami tembako. Ini kan merugikan kepada saya,” imbuh Alyono.

Dia telah mengadukan kasus tersebut kepada kepala desa (kades) setempat dan pihak PT Fuyuan, namun tidak mendapat respon yang baik. Oleh karena itu, Alyono memutuskan untuk mengadu kepada Bupati Situbondo, berharap kasusnya dapat ditindaklanjuti. “Saya ngadu ke desa sudah, ke pihak PT sudah, tidak direspon. Hari Selasa saya datang ke Bupati langsung mengeluhkan kerugian saya. Semoga saja ada respon,” katanya.

Accounting manager PT. Fuyuan, Fira, mengatakan, pertemuan antara pihak PT Fuyuan dan warga Desa Banyuglugur telah dilaksanakan untuk membahas keluhan warga terkait masalah air kering. Pihak camat, kades, dan polsek termasuk perwakilan petani telah hadir dalam pertemuan tersebut.

“Sebenarnya kami telah berusaha untuk membantu petani dengan menyediakan pompa, bensin, dan air untuk digunakan. Kami juga telah membersihkan selokan dan menyediakan air bersih untuk warga,” ucap Fira.

Pihak PT Fuyuan menyatakan bahwa ada salah paham antara warga dan perusahaan. Mereka berharap warga dapat langsung mengadu kepada perusahaan jika ada masalah, sehingga dapat diselesaikan dengan baik.

“Kenapa tidak langsung datang pada kami, sejauh ini belum ada yang datang menyampaikan keluhan pada kami. Sudah tidak ada masalah pada kami,” imbuh Fira.

Soal konpensasi untuk warga terdampak, pihak PT Fuyuan belum dapat memberikan jawaban pasti. Mereka akan mengkonfirmasi kepada atasan untuk mengetahui lebih lanjut tentang konpensasi tersebut. “Soal konpensasi kami belum tahu, nanti kami bakal tanyakan lagi pada bos kami,” pungkas Fira. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #pengeboran #Banyuglugur