RADARSITUBONDO.ID - Sanusi Amrin, Kepala Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Bungatan, menjadi korban pembacokan, tepat di depan TK Dharma Wanita, Kampung Karang Tengah, Desa/ Kecamatan Bungatan, Selasa (27/1). Sudahrin, terduga pelaku langsung melarikan diri usai membacok sebanyak tiga kali.
Sekitar pukul 06.30 Sanusi mengendarai sepeda motor melaju dari arah utara menuju selatan. Tujuannya hendak pulang ke rumah. Begitu tiba di tempat kejadian perkara (TKP), tiba-tiba dipanggil oleh Sudahrin.
Sanusi yang sudah mengenal Sudahrin langsung berhenti. Lalu menanyakan maksud Sudahrin memberhentikan dirinya. Tak lama kemudian, Sudahrin tanpa banyak basa-basi langsung mengeluarkan celurit. Senjata tajam itu langsung dilayangkan ke leher Sanusi.
Mendapat serangan mendadak, Sanusi langsung menangkis menggunakan tangan kiri hingga terluka. Namun Sudahrin terus melakukan pembacokan hingga berulang kali. Itu mengakibatkan Sanusi mengalami sejumlah luka di tubuhnya.
“Sanusi mengalami luka bacok pada lengan kiri, pungung sebelah kiri dan luka bacok pada pangkal paha kiri. Korban sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat Kecamatan Bungatan,” ujar salah satu saksi yang namnya enggan dikorankan.
Melihat Sanusi sudah mandi darah, Sudahrin langsung melarikan diri dengan meninggalkan celurit di lokasi kejadian. “Yang saya tahu pelaku langsung melarikan diri hingga korban langsung ditolong oleh warga,” ucapnya.
Dia menduga, kejahatan yang dilakukan oleh Sudahrin untuk melampiaskan luka lama. Sebab korban diduga diisukan selingkuh dengan istri Sudahrin. “Ada yang bilang pelaku marah karena Sanusi dekat dengan istri Sudahrin. Benar tidaknya saya kurang paham juga, hanya kata-kata orang saja,” cetusnya.
Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Agung menerangkan, jika kasus pembacokan tersebut masih dalam proses penyelidikan. Polisi masih bekerja untuk mengetahui motif pembacokan tersebut. “Benar ada pembacokan, masih proses,” kata Agung singkat. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono