RADARSITUBONDO.ID – Sejumlah warga korban banjir di beberapa wilayah mengeluhkan gangguan kesehatan berupa gatal-gatal pada kulit. Keadaan tersebut muncul setelah mereka terpapar air banjir yang menggenangi permukiman.
Sundayani, 47, warga Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, menjadi salah satu warga yang merasakan dampak tersebut. Ia mengatakan, meski air banjir tidak menggenang terlalu lama, namun air bercampur lumpur tersebut menyebabkan gatal-gatal pada kulit. “Gatal-gatal karena kutu air dan jamur. Air banjir kan bercampur lumpur, jadi kotor dan banyak bakteri,” ujarnya.
Sundayani menambahkan, meski sempat mengalami gatal cukup parah, sebagian warga sudah mendapatkan penanganan dan pengobatan. Saat ini, keluhan gatal mulai berkurang dan hanya menyisakan bekas garukan di kulit. “Sudah diobati, alhamdulillah mendingan. Tinggal bekas-bekasnya saja,” imbuhnya.
Dia menjelaskan, beberapa warga lain juga mengalami keluhan serupa dan telah diarahkan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Setelah mendapatkan penanganan, kondisi mereka berangsur membaik. “Sudah dibawa periksa dan alhamdulillah gatalnya berkurang,” jelasnya.
Saat ini, lanjut Sundayani, warga terdampak masih melakukan pembersihan rumah secara mandiri.
Sementara itu, bagi rumah yang mengalami kerusakan parah, sebagian warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat atau tidur di luar rumah untuk sementara waktu. “Ada yang tidur di luar rumah, ada juga yang mengungsi ke rumah saudara,” ungkapnya.
Dia juga mengungkapkan, aktivitas memasak belum bisa dilakukan karena banyak peralatan dapur yang hanyut terbawa banjir atau rusak. Beruntung, bantuan makanan dari berbagai pihak terus berdatangan.
“Alhamdulillah banyak yang memberi bantuan, seperti nasi bungkus. Kami memang tidak bisa memasak karena peralatan dapur tidak ada,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo, Dwi Herman Susilo, membenarkan adanya warga terdampak banjir yang mengalami gangguan kesehatan berupa gatal-gatal pada kulit. “Memang ada beberapa warga yang mengalami gatal-gatal akibat banjir. Datanya masih belum lengkap,” ujarnya.
Dia menambahkan, penanganan sudah dilakukan oleh puskesmas setempat. Air banjir yang keruh dan kotor menjadi penyebab utama munculnya keluhan tersebut. “Puskesmas langsung turun menangani. Air yang keruh dan kotor menjadi faktor penyebabnya,” jelasnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono