RADARSITUBONDO.ID - Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan tebing setinggi sekitar sebelas meter dengan panjang delapan meter longsor, Rabu (28/1). Peristiwa ini menimpa sebuah rumah milik Sunan (51), warga Dusun Alaspinang, Desa Sumberpinang, Kecamatan Mlandingan, Situbondo.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, bencana alam tersebut terjadi sekitar pukul 08.05 WIB. Material longsoran berupa tanah dari tebing menimpa bagian depan rumah warga yang berada tepat di bawah tebing.
“Rumah yang terdampak diketahui milik Sunan (51), dihuni oleh tiga kepala keluarga dengan total sembilan jiwa. Material longsor berasal dari tebing setinggi sekitar sebelas meter dan menimpa bagian depan rumah,” kata Puriono, petugas Pusdalops PB BPBD Situbondo.
Dia menambahkan, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun, rumah warga mengalami kerusakan di bagian depan bangunan. Saat kejadian, penghuni rumah berada di dalam rumah dan segera menyelamatkan diri.
“Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka. Saat longsor terjadi, pemilik rumah berada di dalam rumah dan langsung menyelamatkan diri setelah melihat material tanah runtuh di bagian depan bangunan,” jelasnya.
Berdasarkan data sementara BPBD Kabupaten Situbondo, kondisi bangunan rumah tergolong rusak ringan. Kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp 200 ribu karena material longsor hanya menimpa bagian depan rumah dan tidak mengenai struktur utama bangunan.
“Ukuran longsoran diperkirakan memiliki panjang 8 meter, tinggi 11 meter, dan lebar sekitar 1 meter,” ungkap Puriono.
Ia menyebutkan, Tim Pusdalops dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Situbondo telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan asesmen serta koordinasi dengan pihak terkait. Sejumlah unsur juga turut hadir di lokasi kejadian. “Selanjutnya, BPBD akan melakukan tahapan Jitupasna atau pengkajian kebutuhan pascabencana serta menyiapkan penyaluran bantuan logistik sesuai kebutuhan di lokasi kejadian,” ujarnya.
Selain itu, BPBD Situbondo mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor dan di sekitar lereng bukit atau tebing, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan, terutama saat intensitas hujan tinggi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana alam, mengingat kondisi cuaca hingga saat ini masih tergolong ekstrem,” tutupnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono