Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Pembacokan Brutal di Besuki, Pelaku Mengamuk Usai Disuruh Istri Kerja, Motif Ekonomi Terungkap

Moh Humaidi Hidayatullah • Senin, 2 Februari 2026 | 20:16 WIB
OLAH TKP: Anggota Polsek melakukan olah TKP di salah satu rumah warga Desa Langkap, Kecamatan Mlandingan, Senin (2/2).
OLAH TKP: Anggota Polsek melakukan olah TKP di salah satu rumah warga Desa Langkap, Kecamatan Mlandingan, Senin (2/2).

RADARSITUBONDO.ID - Taufik, 25, dan bapak kandungnya SA, 59, sama-sama diamankan di Mapolres Situbondo. Keduanya terlibat aksi penganiayaan dan pengrusakan di Desa Langkap, Kecamatan Besuki, Minggu lalu (1/2).

Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie melalui Kasihumas Polres Situbondo, Ipda Slamet, menerangkan, Taufik sudah melakukan rentetan kekerasan fisik terhadap istri, Sumiati, 20. Selain itu, penganiayaan pada orang lain, termasuk pencurian hingga pengrusakan.

“Istri pelaku hamil dua bulan. Kini korban sedang menjalani rawat inap di rumah sakit Jember karena mengalami luka sirus pada wajah dan lengan. Informasi terkini masih dirawat.  Kalau janin dalam keadaan sehat,” ujar Slamet, Senin (2/2).

Usai menganiaya Suciati, sekitar pukul 01.00, Taufik melarikan diri ke Desa Langkap menghindari amarah keluarga Suciati, di Dusun Gudeng Areng, Desa Pesisir, Kecamatan Besuki. Namun di tengah perjalanan melakukan serangkaian kejahatan.

”Taufik sempat mendatangi sebuah toko kelontong dan melakukan penganiayaan terhadap pemilik toko madura HA, 41. Tak berhenti di situ, pelaku terus bergerak dan kembali melakukan penganiayaan terhadap UN, 30, pemain rental Play Station tanpa alasan yang jelas,” ujar Slamet.

Taufik juga diduga melakukan pencurian sepeda motor milik SY, 30, salah satu warga yang kebetulan nongkrong di warung kopi. Sepeda motor tersebut langsung dibawa kabur ke beberapa rumah kerabatnya. Karena posisi taufik berlumur darah dan berteriak-teriak tidak diberi tempat oleh saudara yang didatangi.

“Taufik ini habis nyuri motor langsung ke rumah beberapa kerabatanya tapi tidak dibolehkan masuk, hingga pulang ke rumah orang bapaknya, SA (59). Taufik berbohong pada sang ayah, bilang punya masalah dengan seseorang Bernama AY,” imbuh Slamet.

 Nah, karena Taufik datang berlumur darah apalagi pada malam hari, SA langsung merespon keluh kesah Taufik hingga ikut Taufik ke rumah AY. AY disebut-sebut memiliki hutang kepada Taufik yang tidak kunjung bayar.

“Secara bersamaan, saat Taufik dan SA (bapak) datang ke rumah AY. Pemilik motor, SY, juga datang ke lokasi yang sama dan merebut motor dari Taufik. Saat itulah taufik dan SA menganiaya SY secara bersamaan. Jadi bapak dan anak kami amankan dulu,” ucap Slamet.

Dikatakan, dugaan sementara Taufik melakukian aksi tragis didasari oleh desakan ekonomi dalam rumah tangga yang tidak stabil. Taufik mengamuk hanya gara-gara ditugur oleh istri untuk bekerja. Sebab sudah lama dia menganggur. “Motifnya gara-gara ekonomi, lain lain masih kami dalami lagi,” cetus Slamet. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#polres situbondo #pembacokan #kriminalitas