RADARSITUBONDO.ID - Erfan, warga Desa Kertosari, Kecamatan Asembagus, babak belur dihajar massa, di Desa Mojosari, Kecamatan Asembagus, Selasa (3/2). Pria 30 tahun tersebut diringkus warga setelah memegang pantat DN, 27, warga Kecamatan Asembagus, sekitar pukul 07.30.
Saat itu, DN hendak pulang ke rumah setelah bermalam di rumah sakit. Begitu di tengah jalan yang sepi, bertemu dengan Erfan. Tiba-tiba Erfan mendekat dan memegang pantat DN yang sedang mengendarai sepeda motor.
“Saudara saya mau pulang ke rumah dari jenguk orang sakit, saat di jalan sepi dihadang pelaku dan dipegang pantatnya. setelah pegang pelaku langsung kabur,” ujar Riki, saudara DN.
DN yang tidak menerima dengan perlakuan Erfan langsung teriak-teriak minta tolong sambil mengejar pelaku. Warga yang mendengar teriakan langsung kompak mengejarnya.
“Yang ngejar banyak, termasuk saya. Bahkan yang menangkap pertama kali adalah saya,” kata Riki.
Begitu diamankan, Erfan sempat teriak-teriak minta ampun. Dia memohon untuk dilepaskan. Tapi warga sudah kadung marah hingga memukuli Erfan hingga babak belur. Apalagi, aksi mesum tersebut sudah terjadi berulangkali.
“Saat diamankan minta ampun dan mengaku masih punya istri dan anak yang perlu dinafkahi. Tapi percuma warga sudah marah, selanjutnya diikat pakai tali rumput dan diamankan ke Balai Desa sebelum diserahkan ke Kantor Polsek Asembagus,” tegas Riki.
Dia mengaku, pelaku bukan hanya melakukan aksi satu kali, tapi sudah sekian kali. Bahkan saat diamankan ada tiga korban yang membenarkan jika Erfan adalah pelaku yang sempat meresahkan selama ini.
“Sebelum Erfan ditangkap, warga desa sudah sempat memancing pelaku. Tapi saat dipancing tidak ada. Ini tanpa dipancing datang sendiri dan berhasil ditangkap,” tutup Riki. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono