RADARSITUBONDO.ID - Rika, 40, warga Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, diduga terkena hipnotis oleh penjual camilan atau makanan ringan. Pemilik toto tersebut membeli barang berupa permen dan coklat hingga menyerahkan uang Rp 6 juta. Namun baru sadar setelah penjual sudah pergi dari lokasi.
Hery, salah satu saudara Rika megatakan, pedagang camilan membawa mobil putih tiba-tiba datang menawarkan barang. Barang yang ditawrkan bermacam-macam, berupa permen, coklat dan makanan ringan lain-lain.
“Seles ini begitu ketemu dengan mbak ipar saya, langsung nawarkan barang, setelah itu langsung transaksi, terus langsung dibayar Rp 6 juta. Begitu sudah dibayar, barang langsung diturunkan dari mobil, habis itu selesnya langsung pulang,” ungkap Hery, Rabu (4/2).
Korban baru merasa tertipu setelah tiga pria yang mengendari mobil meninggalkan lokasi. Korban baru sadar, jika uang yang dibuat belanja kepada seles terlalu banyak. Sedangkan barang yang dibeli tidak terlalu banyak.
“Begitu selesnya pergi mbak ipar saya baru sadar kalau ada yang aneh. Ketika barang yang dibeli disesuaikan ternyata sangat tidak sesuai. Intinya saudara saya rugi banyak. Barang memang ada, tapi harganya dibuat mahal semua. Misal harga di pasar Rp 3 ribu dijual Rp 5 ribu,” tegas Hery.
Dikatakan, para pelaku yang diduga menghipnotis sebanyak tiga orang. Semuanya terekam CCTV, termasuk mobil yang dikemudi sangat terang. Selanjutnya rekaman CCTV bakal diserahkan kepada polisi agar dilakukan penindakan.
“Mobil Granmx bernopol P 1977 KG, warna putih. Pelakunya ada tiga laki-laki berbadan kekar. Selanjutnya kami berencana lapor ke polisi,” pungkas Hery. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono