Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

5 Hari Koma Usai Dikeroyok, Polisi Situbondo Belum Tetapkan Tersangka, Korban Akan Jalani Operasi Otak

Moh Humaidi Hidayatullah • Rabu, 11 Februari 2026 | 20:32 WIB
TAK BERDAYA: Muhammad Nur Huda, 18, warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Kapongan, terbaring di rumah sakit Soebandi, Kabupaten Jember, Rabu (11/2).
TAK BERDAYA: Muhammad Nur Huda, 18, warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Kapongan, terbaring di rumah sakit Soebandi, Kabupaten Jember, Rabu (11/2).

RADARSITUBONDO.ID - Sementara itu, Muhammad Nur Huda, 18, warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Kapongan, sudah lima hari menjalani rawat inap di Rumah Sakit Soebandi Jember. Namun, penyidik Polres Situbondo belum menetapkan tersangka terhadap RZ, 18, dan dua temannya yang diduga kuat menjadi pelaku pengeroyokan brutal. Hari ini (12/2) polisi baru memeriksa tiga saksi.

Kasihumas Polres Situbondo, Ipda Slamet Yuwono mengatakan, sejak menerima laporan dugaan pengeroyokan terhadap Huda, Sabtu lalu (7/2), polisi sudah melakukan beberapa tindakan cepat. Yaitu menfasilitasi visum terhadap korban hingga dirujuk ke RS Soebandi, di Kabupaten Jember.

“Korban didampingi orang tuanya laporan hari Sabtu, sehari setelah menjadi korban pengeroyokan di Jalan Cappore, Keluaharan Ardirejo, Kecamatan Panji,” ungkap Slamet, Rabu (11/2).

Penyidik sudah mengundang tiga saksi untuk diperiksa hari ini. Ketiganya didatangkan untuk memberi keterangan karena berada di lokasi pada saat terjadi pengeroyokan terhadap Huda. Ketiganya diharapkan bisa memberi keterangan yang jujur.

“Tiga saksi yang akan kami periksa adalah RZ, 18, RA, dan JM. Kalau RZ adalah teman sekolah yang dilaporkan oleh Huda. Sejauh ini masih dilakukan pemeriksaan belum ada penetapan tersangka,” ujar Slamet.

Dia menegaskan, penyidik Polres Situbondo sangat aktif berkomunikasi dengan keluarga Huda sejak masuk ke rumah sakit. Perkembangan terakhir, Huda masih menjalani rawat inap dan kondisi tubuhnya masih lemah.

“Penyidik dapat kiriman video dari keluarga korban, kondisi korban dalam video ya masih pucat. Tapi kami belum berani menyebutkan kondisi korban, karena itu kan ranah kesehatan,” tegas Slamet.

Miskari Harjo, bapak Nurul Huda, mengatakan, kondisi putranya masih lemas dan belum bisa lepas dari selang oksigen sejak masuk di RS Soebandi, Jember. Huda juga sulit untuk makan, yang masuk hanya air dan susu. “Kalau makan nasi muntah, gizi yang diterima hanya air dan susu,” ucap Miskari.

Dikatakan, proses adminitrasi baru selesai diurus. demi keselamatan huda, segala persyaratan sudah ditandatangani. Dalam waktu dekat, bakal dilakukan tindakan operasi pengambilan gumpalan darah di bagian otak belakang.

“Insyaallah besok bakal dilakukan operasi, katanya dokter operasi pengambilan gumpalan darah pada otak belakang. Doakan ya semoga anak saya selamat,” tutup Miskari. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#koma #pengeroyokan