RADARSITUBONDO.ID - Muhlas, 30, ditangkap warga di timur Alun-alun Kecamatan Besuki, Jumat dini hari (20/2). Pria asal Dusun Mandaran, Desa Pesisir, Kecamatan Besuki, tersebut diduga kuat mencuri sepeda motor N-Max di Pelabuhan Perikanan Muncar, Banyuwangi, pekan lalu (15/2).
Semula wajah Muhlas diviralkan di media sosial (medsos) akibat diduga mencuri sepeda motor N-Max milik warga Muncar Banyuwangi. Dengan adanya sebaran tersebut, banyak warga yang mengenali wajah termasuk sepeda motor yang dibawa oleh Muhlas.
“Sudah viral kalau Muhlas itu pencuri sepeda. Kebetulan saat melintas di Besuki, diketahui oleh salah satu keluarga korban pencurian. Muhlas langsung dikejar hingga berhasil diamankan oleh warga Besuki,” ujar Halek, salah satu warga yang ikut menangkap.
Kata dia, proses penangakapan Muhlas berjalan dramatis. Warga harus kejar-kejaran hingga berhasil mengamankan di sebelah timur Alun-alun Besuki. Saat berada di tangan warga Muhlas sempat melakukan perlawanan, beruntung tidak sampai dihajar oleh warga.
“Alhamdulillah warga masih sadar, meskipun Muhlas sempat melakukan perlawanan tidak sampai dihajar,” tegas Halek.
Untuk proses lebih lanjut, Muhlas diserahkan ke anggota polsek untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Sebab lokasi pencurian bukan di wilayah hukum Situbondo.
“Bagaimana kelanjutannya sudah urusan polisi, kami sebagai warga hanya mengamankan dan menyerahkan pada yang berwajib,” ujar Halek.
Hendra pemilik sepeda motor N-Max mengatakan, dirinya memiliki niat untuk menolong Muhlas yang setiap hari hanya tidur di gubuk pinggir Pelabuhan Muncar. Muhlas yang tidak memiliki pekerjaan diminta untuk bantu-bantu di gudang ikan.
“Saya niat nolong Muhlas untuk bekerja, tidak sampai satu pekan dengan saya, sudah membawa motor milik saya. Pamitnya hanya mau beli nasi tapi tidak kembali hingga berhari-hari. Alhamdulillah motor saya sudah ketemu lagi. ini pelajaran bagi saya pribadi,” pungkas Hendra.
Kapolsek Besuki AKP Febri Hermawan, tidak bisa memberi keterangan pengamanan maling yang diamankan warga. “Langsung ke humas saja,” katanya singkat. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono