RADARSITUBONDO.ID - Hasan Basri harus terombang-ambing selama kurang lebih sembilan jam di tengah laut perairan Desa Tanjung Kamal, Kecamatan Mangaran, Selasa malam (24/2). Mesin perahu kakek 74 tahun tersebut tiba-tiba mati pada saat ingin kembali ke darat. Beruntung masih bisa bertahan hidup dan kembali pulang dengan selamat.
Kasat Polair Polres Situbondo, AKP Gede Sukarmadiyasa mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, Hasan berangkat melaut sekitar pukul 04.00 dari pesisir Dusun Padegan, Desa Tanjung Kamal menuju perairan Se Betoh, sekitar 12 mil laut di utara Pesisir Panarukan.
“Berangkat pagi biasanya sudah pulang pukul 17.00. Namun hingga pukul 18,00 belum juga pulang. Itu mengakibatkan keluarga curiga dan memilih laporan pada kami yang kebetulan bertugas di pinggir pantai,” ungkap AKP Gede.
Begitu dapat laporan ada nelayan hilang, polisi langsung bergerak melakukan pencarian. Polisi dibantu nelayan setempat menyisir titik-titik terakhir keberadaan Hasan. Setelah sekian kali berputar-putar di laut, perahu Hasan terpantau memasuki perairan Padegan, Desa Tanjung Kamal sekitar pukul 21.00.
“Hasan sudah mau pulang pukul 13.00 namun mesin perahu tiba-tiba mati. Hasan hanya bisa mengandalkan layar untuk mengarahkan perahunya pulang. Namun arah angin yang bertiup ke utara membuat laju perahu sulit dikendalikan dan memperlambat kepulangannya,” tegas Gede.
Dikatakan, Hasan berhasil melalui badai di tengah laut hanya dengan mengandalkan insting navigasi tradisional. Daratan yang dipandang hanya gemerlap lampu-lampu, padah lampu bisa dilihat dari mana saja saat berada di tengah laut,” ucapnya.
AKP Gede mengimbau bagi para nelayan agar selalu memastikan kondisi mesin dan perlengkapan keselamatan sebelum melaut. Nelayan jangan sampai mengabaikan pengecekan teknis guna menghindari risiko yang dapat membahayakan keselamatan di tengah laut.
“Pastikan perlengkapan memancing siap terlebih dahulu. Minimal jika terjadi sesuatu di tengah laut bisa dihubung, sehingga butuh para nelayan membawa ponsel saat memancing,”. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono