Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Polisi Telusuri Rekaman CCTV di Salemba

Bayu Shaputra • Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:18 WIB

Tangkapan layar CCTV detik-detik pelaku penyiram air keras menyerang aktivis KontraS Andrie Yunus.
Tangkapan layar CCTV detik-detik pelaku penyiram air keras menyerang aktivis KontraS Andrie Yunus.

RADARSITUBONDO.ID - Polri terus mendalami kasus penyiraman air keras terhadap aktivisme Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Sejumlah langkah penyelidikan telah dilakukan, mulai dari pemeriksaan saksi hingga mengumpulkan rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir mengatakan penyidik ​​saat ini tengah mengumpulkan berbagai alat bukti digital yang dapat membantu mengungkap pelaku. Salah satu fokus utama penyelidikan adalah rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian.

Baca Juga: Sejarah Oscar: Dari Acara 15 Menit Tahun 1929 hingga Sistem Amplop Rahasia yang Dipakai Sampai Sekarang

Menurut Johnny, rekaman kamera pengawas tersebut sedang dalam tahap pengumpulan sebelum dianalisis secara mendalam oleh tim penyidik. Proses ini diharapkan dapat memberikan petunjuk mengenai identitas pelaku yang diduga melakukan serangan terhadap aktivis HAM tersebut.

“Pengumpulan berbagai alat bukti digital, dalam hal ini termasuk CCTV, yang kemudian sedang dalam proses untuk analisa lebih lanjut. Harapannya dapat segera teridentifikasi,” ujar Johnny di Jakarta, Jumat.

Selain pengamanan bukti digital, polisi juga mulai memeriksa saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Hingga saat ini, penyidik ​​telah mewawancarai dua orang saksi untuk menggali informasi mengenai kronologi peristiwa serta ciri-ciri pelaku.

Baca Juga: Catat Tanggalnya! Oscar 2026 Berlangsung pertengahan Maret

Johnny menyebut pemeriksaan saksi masih berada pada tahap awal. Oleh karena itu, jumlah saksi yang diperiksa berpotensi bertambah seiring dengan perkembangan penjelajahan.

"Sejauh ini, para Saksi masih dalam proses pendalaman dalam bentuk wawancara wawancara. Terdata ada dua. Mungkin nanti akan dia berkembang, karena ini masih awal," tuturnya.

Ia menegaskan Polri berkomitmen untuk mengungkap kasus tersebut secara tuntas. Komitmen itu juga merupakan Arah langsung dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo agar penyidik ​​​​bekerja maksimal dalam mengungkap pelaku penyerangan.

Menurut Johnny, optimistis kasus ini dapat diungkap melalui pengumpulan bukti dan pemeriksaan saksi yang sedang berlangsung.

“Kami yakin dan percaya ini akan terungkap,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan penyelidikan dilakukan secara transparan dan profesional tanpa memandang siapa pun yang terlibat. Polri, kata dia, akan memastikan setiap proses berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

"Polri akan serius dan bersungguh-sungguh untuk membuat terang benderang, mengungkap, dan menangkap pelakunya siapa pun dia. Tentunya nanti kita akan tetap ada dalam prosedur atau koridor," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjadi korban penyerangan oleh orang tidak dikenal yang menyiramkan air keras. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka pada sejumlah bagian tubuhnya.

Peristiwa tersebut terjadi setelah Andrie selesai melakukan rekaman siniar atau podcast di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Dalam kegiatan tersebut, ia mengetahui membahas isu militerisme serta uji materi Undang-Undang TNI.

Baca Juga: Pemerintah Resmi Membatasi Akses Anak-anak Bermain Roblox

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, kejadian terjadi sekitar pukul 23.37 WIB. Saat itu Andrie tengah mengendarai sepeda motor di kawasan Jalan Salemba I, Jakarta Pusat.

Ketika melintas di lokasi tersebut, dua orang pelaku yang juga menggunakan sepeda motor mendekati korban. Tanpa banyak interaksi, pelaku langsung menyiram cairan yang diduga air keras ke arah korban sebelum melarikan diri dari tempat kejadian.

Serangan mendadak itu menyebabkan Andrie mengalami luka bakar pada sekitar 24 persen bagian tubuhnya. Luka tersebut terutama terjadi pada bagian tangan, kaki, serta memicu gangguan penglihatan karena cairan mengenai area mata.

Baca Juga: Diduga Diculik karena Hutang Rp 2,9 Juta, Warga Panarukan Diseret Teman Sendiri, Polisi Kejar Mobil Pelaku

Korban kemudian segera mendapatkan pertolongan dan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani penanganan medis darurat. Tim medis memberikan perawatan intensif terutama pada bagian mata yang terkena cairan tersebut.

Kasus penyerangan terhadap aktivis HAM ini menjadi perhatian publik dan berbagai organisasi masyarakat sipil. Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut serta memastikan keamanan bagi pembela hak asasi manusia di Indonesia.

Sementara itu, Polri menegaskan proses penyelidikan masih terus berlangsung. Penyudik akan memaksimalkan pemeriksaan saksi, analisis bukti digital, hingga penelusuran rekaman CCTV guna mengungkap identitas pelaku di balik serangan tersebut.

Editor : Agung Sedana
#Andrie Yunus disiram air keras #aktivis KontraS #Polri periksa CCTV