RADARSITUBONDO.ID - Insiden ledakan yang terjadi di sebuah masjid di kawasan Perumahan Pesona Raya Regency, Kelurahan Patrang, Kabupaten Jember, menjadi perhatian serius aparat kepolisian.
Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Nanang Avianto, turun langsung memantau proses olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Selasa (17/3) dini hari.
Kapolda tiba di lokasi sekitar pukul 03.00 WIB didampingi Kapolres Jember, Bobby Adimas Condroputra. Keduanya meninjau langsung area masjid yang masih dalam proses penyelidikan intensif oleh tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Polda Jawa Timur.
Kehadiran petinggi kepolisian tersebut menunjukkan keseriusan dalam mengungkap penyebab ledakan yang sempat menggegerkan warga sekitar.
Meski telah berada di lokasi, hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang disampaikan oleh Kapolda terkait sumber pasti ledakan tersebut. Aparat masih mengedepankan kehati-hatian dalam menyimpulkan peristiwa yang terjadi di tempat ibadah tersebut.
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Jember, Angga Riatma, menjelaskan bahwa pihak kepolisian langsung melakukan sterilisasi lokasi sesaat setelah kejadian. Garis polisi dipasang mengelilingi area masjid guna mencegah warga mendekat, sementara tim Jibom melakukan penyisiran dan olah TKP secara menyeluruh.
Menurut Angga, penyebab ledakan belum dapat dipastikan karena proses investigasi masih berlangsung. Tim Gegana fokus mengumpulkan bukti-bukti di lapangan untuk memastikan apakah ledakan tersebut berasal dari bahan berbahaya atau faktor lain yang bersifat non-kriminal.
Ledakan diketahui terjadi di sekitar area tempat wudhu laki-laki. Dugaan awal menyebutkan sumber ledakan berasal dari sebuah lemari yang sudah tidak terpakai. Namun, keterangan saksi mata menyebut adanya papan besi di sekitar titik ledakan yang turut menjadi perhatian penyelidik.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Meski demikian, seorang jamaah harus mendapatkan perawatan medis di Unit Gawat Darurat RSD dr Soebandi Jember akibat gangguan pada telinga setelah mendengar suara ledakan yang cukup keras.
Sebagai langkah antisipasi, aktivitas ibadah di masjid tersebut dihentikan sementara. Aparat kepolisian bersama tim Jibom terus melakukan penyisiran guna memastikan tidak ada potensi ledakan susulan yang dapat membahayakan masyarakat.
Peristiwa ini menambah daftar perhatian terhadap keamanan tempat ibadah di wilayah Jawa Timur. Aparat mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, sembari menunggu hasil resmi dari penyelidikan kepolisian.
Editor : Agung Sedana