RADARSITUBONDO.ID – Upaya pencarian terhadap penumpang yang dilaporkan melompat dari kapal ke laut akhirnya dihentikan oleh tim gabungan setelah beberapa hari dilakukan penyisiran. Hingga operasi berakhir, petugas tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Pencarian yang melibatkan tim SAR, BPBD, serta relawan tidak hanya dilakukan di lokasi kejadian, tetapi juga diperluas ke sejumlah titik di perairan Situbondo. Namun, upaya penyisiran di berbagai lokasi tersebut tetap tidak membuahkan hasil. Karena tidak adanya tanda-tanda keberadaan korban, operasi pencarian pun resmi dihentikan. “Pencarian dikomando oleh tim Basarnas, sehingga BPBD mengikuti setiap keputusan yang diambil. Apalagi, tidak ada tanda-tanda keberadaan korban, tentu pencarian dihentikan,” kata Puriono dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Situbondo, Rabu (1/4).
Dia menambahkan, berbagai metode telah digunakan dalam proses pencarian. Mulai dari penyisiran laut menggunakan perahu karet hingga pemantauan dari darat. Bahkan, pencarian juga diperluas hingga perairan Banyuwangi, namun tetap tidak membuahkan hasil.
“Kalau dikatakan sulit, memang sulit, karena korban melompat sendiri dari kapal. Berbeda dengan kasus kapal karam yang masih memungkinkan adanya titik lokasi yang jelas,” tambahnya.
Puriono menjelaskan, penghentian pencarian dilakukan sesuai dengan prosedur operasi standar (SOP) setelah upaya maksimal dilakukan namun tidak membuahkan hasil. “Pencarian sudah dilakukan secara intensif selama kurang lebih lima hari. Namun hingga saat ini korban belum ditemukan. Sesuai SOP, operasi pencarian resmi dihentikan,” ujarnya.
Dia juga menjelaskan bahwa kemungkinan korban akan ditemukan ketika terbawa arus hingga ke tepi pantai. Namun, kondisi korban kemungkinan sudah tidak utuh. “Tidak diketahui berapa lama korban bisa terbawa ke pinggir. Yang jelas, kami berharap korban bisa ditemukan agar dapat dimakamkan secara layak,” jelasnya.
Meski demikian, Puriono tetap mengimbau kepada nelayan dan masyarakat pesisir untuk segera melapor apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban. “Saya harap para nelayan dan warga di wilayah pesisir dapat segera melaporkan jika menemukan korban tersebut,” pungkasnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono