RADARSITUBONDO.ID - Masih ingat dengan korban begal motor yang menimpa Sandi Prayuda, warga Desa Klampokan, dua bulan lalu (2/2) di Jalan Bukit Muncel, Desa Juglangan, Kecamatan Panji? Kini para pelaku sudah dicokok tim Resmob Polres Situbondo. Ternyata ketiga terduga pelaku adalah MRS, 21, ARH, 22, dan IBM, 19, asal Kecamatan Jangkar.
Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, melalui Kasat Reskrim AKP Agung Hartawan, membeberkan bahwa penangkapan komplotan pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) itu, merupakan hasil kerja keras anggota tim Resmob timur dan Unit Reskrim Polsek Panji.
“Sejak anggota kami menerima laporan ada korban begal yang menimpa Sandi warga Desa Klampokan, anggota kami kerja ekstra untuk mengungkap pelaku. Alhamdulillah dalam waktu dua bulan para pelaku bisa terlacak dan diamankan,” ujar Agung, Minggu (5/4).
Dikatakan, ungkap kasus tersebut terendus setelah anggota resmob menangkap , MRS, 21, yang terekam camera CCTV saat mencuri motor di Kecamatan Jangkar. Berbekal rekaman CCTV dua pelaku MRS dan JYA, 19, berhasil diamankan.
“Ternyata, saat MRS di introgasi mengaku terlibat curas di Bukit Muncel Desa Juglangan, dua bulan lalu, bersama dua temannya ARH, 22, dan IBM, 19. Semua pelaku diamankan pada hari Jumat malam (3/4),” imbuh Agung.
Kata dia, tiga pelaku curas dan satu maling motor sudah dimasukkan ke sel Mapolres Situbondo, untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Penyidik masih terus mendalami kasus dan terus memanggil para saksi.
“Ada empat yang sudah ditahan, satu pencurian biasa dan tiga terlibat curas di bukit muncel,” tegas Agung.
Sandi Prayuda, korban begal memberikan apresiasi yang tinggi kepada polisi yang sudah berhasil meringkus tiga pelaku begal. Selanjutnya para pelaku diharapkan mendapat hukuman sesuai aturan hukum yang berlaku.
“Harapan saya para pelaku diberi hukuman yang berat karena sudah melukai saya dan mengambil motor milik saya. Pelaku pantas dapat hukuman berat, karena selain mencederai saya juga membuat resah warga yang melintas di jalan bukit muncel,” papar Sandi.
Dia mengaku sudah dipertemukan dengan tiga pelaku. Saat bertatap muka Sandi sangat ingat dengan postur tubuh dan wajah para pelaku.
“Saya masih ingat dengan para pelaku dan saat dipertemukan ya saya membenarkan bahwa itu memang pelakunya,” tutup Sandi. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono