RADARSITUBONDO.ID - Anggota BPBD Situbondo sudah lima hari berturut-turut melakukan pencarian pengembala sapi hilang di kawasan Hutan Baluran. Namun dari puluhan anggota yang turun sekaligus dibantu warga belum bisa menemukan keberadaan Suwardi, 68, warga Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih.
Koordinator BPBD Situbondo, Puriyono menerangkan, banyak rintangan yang harus dihadapi tim SAR gabungan yang berjumlah 50 orang lebih. Yaitu medan yang sulit karena harus memasuki hutan rimbun penuh semak belukar berduri.
“Jalan juga naik turun bukit, naik turun jurang, jalan yang dilalui berbatu cadas. Dalam proses pencarian juga sulit berkomunikasi antar regu karena jaringan ponsel lemah,” ujar Puriyono.
Untuk menemukan Suwardi, tim SAR dibagi menjadi dua regu. Kelompok pertama melakukan penyisiran 300 sampai 500 meter dari titik area, titik keberadaan Suwardi yang sempat terlihat oleh warga sebelum menghilang.
“kelompok kedua dibantu warga sekitar melakukan penyisiran menuju lereng Gunung Baluran di kawasan Taman Nasional Baluran. Lain lagi pihak keluarga yang juga melakukan pencarian ke beberapa titik yang sering dikunjungi oleh Suwardi,” tegas Puriyono.
Tak hanya itu, pencarian juga menggunakan dua drone milik basarnas dan drone milik polisi hutan (Polhut) TN Baluran. Namun dua alat pemantau tersebut juga belum berhasil mendeteksi keberadaan korban yang hilang.
“Alat utama yang digunakan dalam pelaksanaan Operasi SAR gabungan meliputi mobil, tiga motor trail, alat navigasi satu set, tandu dan kantong mayat,” papar Puriyono.
Diberitkan sebelumnya (5/4), Suwardi dikabarkan hilang di taman Nasional Baluran, sejak Sabtu (4/4). Pria 68 tahun itu tidak kembali ke rumah setelah mencari sapi peliharannya yang tak kunjung pulang ke kandang. Untuk menemukan keberadaan pengembala sapi tersebut, tim BPBD Situbondo mulai melakukan pencarian pada hari ke dua, Minggu (5/4). (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono