Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Viral Pengeroyokan Malam Takbir! Pelaku Terekam CCTV, Tapi Korban Situbondo Belum Dapat Keadilan

Moh Humaidi Hidayatullah • Minggu, 12 April 2026 | 21:03 WIB

TEREKAM CCTV: Wajah pelaku pengeroyokan terekam CCTV di depan Toko Madura, Kecamatan Panji, dua pekan lalu (21/3). (HUMAIDI/JPRS)
TEREKAM CCTV: Wajah pelaku pengeroyokan terekam CCTV di depan Toko Madura, Kecamatan Panji, dua pekan lalu (21/3). (HUMAIDI/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID - Orang tua Fidi Riansyah, warga Dusun Krajan, Desa Juglangan, Kecamatan Kapongan, berharap pelaku pengeroyokan di depan Toko Madura, Kecamatan Panji, dua pekan lalu (2/3) segera ditangkap.  Sebab wajah para pelaku sudah terekam CCTV, nama dan alamatnya juga ditemukan.

Bunawi, ayah Fidi mengatakan, aksi dugaan pengeroyokan yang terjadi pada malam takbir Idul Fitri, membuat putranya babak belur. Hidungnya terluka hingga mengeluarkan darah sangat banyak. Wajahnya mengalami luka lebam akibat dihajar oleh banyak orang.

“Dalam rekaman CCTV ada tiga orang lebih yang menghakimi putra saya tepat di depan Toko Madura. Akibatnya anak saya mengalami pendarahan pada hidung, dan luka lebam,” ujar Bunawi, Minggu (12/4).

Selain babak belur, sepeda motor milik putranya juga dirusak, sadel motor disobek pakai pisau, spion motor dipatahkan, kilometer juga dihancurkan. Barang berharga milik korban juga diambil oleh para para pelaku.

“Anak saya sudah dikeroyok tas nya juga diambi. Isi dalam tasnya ada uang Rp 300 ribu, dua ponsel, dan salah satunya Ipone harga belasan juta yang baru beli. Jadi pas hari raya saya tidak merasakan kebahagiaan. Anak sudah terluka barangnya dirusak dan diambil,” tegas Bunawi.

Dia menerangkan, insiden tersebut terjadi hanya gara-gara putranya diduga menyenggol spion pelaku saat berkendara. Itupun tidak sengaja. Bahkan antara pelaku dan putranya tidak ada yang jatuh.

“Ceritanya dua pelaku berjalan beriringan, terus anak saya dianggap menyenggol spion pelaku. Anak saya yang sudah minta maaf berulangkali dikejar sampe ke depan toko madura dan dihajar,” tutur Bunawi.

Sebagai orang tua, dia sempat menolong putranya dan juga bertemu dengan para pelaku yang saat itu tak kunjung reda amarahnya. Paska kejadian itulah, korban langsung dilarikan ke puskesmas dan laporan ke Mapolres Situbondo.

“Sudah laporan sejak malam takbir Idul Fitri, sampai hari ini (kemarin) anak saya belum dimintai keterangan. Kalau visum sudah, bukti rekaman CCTV ada, tapi pelaku belum juga ditangkap. Kita ini kurang apalagi. Tidak paham dengan hukum di Situbondo,” paparnya.

Bunawi mengaku, dirinya bakal menghadap ke Mapolres Situbondo untuk mempertanyakan kelanjutan kasus putranya. Apalagi dia sudah mengantongi nama-nama pelaku lengkap dengan alamatnya.

“Kami sudah pakai pengacara juga, tidak tahu kapan para pelaku bakal ditangkap. Jangankan mau nangkap, anak saya saja belum diperiksa lagi sejak laporan,” tutup Bunawi.

Kasihumas Polres Situbondo Ipda Selamet menerangkan, laporan tersebut sudah ditangani oleh penyidik. Selanjutnya korban akan diminta keterangan, termasuk pemeriksaan saksi-saksi.

“Setiap laporan pasti kami tangani dengan profesional, termasuk korban pengeroyokan tersebut,” tutup Slamet. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#polres situbondo #pengeroyokan #korban