Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Krisis Air Bersih Mengancam! Situbondo Cuma Andalkan 1 Truk Tangki, DPRD Soroti Anggaran Mandek

Ahmad Rifa'ie • Minggu, 12 April 2026 | 21:08 WIB
MENUNGGU: Sejumlah warga mengantre saat pendistribusian air bersih di Kecamatan Banyuputih beberapa waktu lalu. (Ahmad Rifa
MENUNGGU: Sejumlah warga mengantre saat pendistribusian air bersih di Kecamatan Banyuputih beberapa waktu lalu. (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Situbondo sudah berulang kali mendorong pemerintah daerah untuk menambah armada truk tangki air bersih. Namun hingga kini, usulan tersebut belum juga terealisasi karena terkendala keterbatasan anggaran.

Ketua DPRD Situbondo, Mahbub Junaidi, mengatakan bahwa pihaknya terus mendorong pemerintah daerah agar segera menambah armada truk tangki, khususnya untuk memenuhi kebutuhan distribusi air bersih di wilayah terdampak kekeringan. “DPRD Situbondo sudah beberapa kali mendorong pemerintah daerah untuk segera menambah kendaraan truk tangki air bersih, terutama untuk daerah yang terdampak bencana kekeringan,” ujarnya.

Mahbub menjelaskan, usulan tersebut telah disampaikan melalui berbagai forum resmi, baik dalam rapat kerja Komisi I maupun dalam rekomendasi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati. Namun, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama sehingga hingga kini belum dapat direalisasikan.

“Sudah kami sampaikan dalam rapat kerja Komisi I maupun rekomendasi DPRD atas LKPJ Bupati, tetapi belum terealisasi karena keterbatasan anggaran,” tambahnya.

Meski demikian, lanjut Mahbub, kebutuhan distribusi air bersih masih dapat diupayakan dengan mengoptimalkan armada yang ada, termasuk memanfaatkan truk tangki milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). “Selain penambahan armada, langkah lain yang bisa dilakukan adalah mengoptimalkan truk tangki milik PDAM agar distribusi air bersih tetap berjalan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo, Timbul Surjanto, mengakui bahwa keterbatasan armada menjadi kendala utama dalam pendistribusian air bersih ke wilayah terdampak kekeringan.

Dia menyebut, saat ini BPBD Situbondo hanya memiliki dua unit truk tangki, namun satu di antaranya sudah tidak dapat beroperasi karena usia kendaraan yang sudah tua. “Jika hanya mengandalkan satu unit truk tangki yang masih berfungsi, penyaluran air bersih ke seluruh wilayah terdampak tentu tidak akan maksimal,” ujarnya.

Meski menghadapi keterbatasan, BPBD tetap berupaya mengoptimalkan distribusi dengan menggandeng instansi lain, termasuk PDAM dan pihak terkait lainnya.

Timbul juga berharap adanya dukungan anggaran dari pemerintah daerah agar penambahan armada dapat segera direalisasikan, khususnya dalam menghadapi musim kemarau 2026. “Kami berharap ada dukungan anggaran untuk menambah armada, sehingga penanganan dampak kekeringan bisa lebih optimal,” pungkasnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#krisis air bersih #bpbd situbondo #Pemkab Situbondo