RADARSITUBONDO.ID - Warga Dusun Telagasari, Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa, berharap batu besar yang menutup separoh jalan segera ditangani. Sebab, banyak pengendara roda empat yang harus keluar masuk untuk mengangkut hasil panen warga.
Marzuki salah satu warga Desa Curahtatal mengatakan, batu berukuran besar seperti pikap sudah lima hari tidak dievakuasi. Pihak terkait seperti dinas PUPP Situbondo diminta turun tangan untuk mendatangkan alat berat.
“Beberapa hari lalu anggota BPBD memang sudah turun tangan, tapi hanya meninjau belum mengevakuasi batu. Katanya terkenadal dengan alat berat. Berarti dinas terkait yang bisa menurunkan alat berat kan dinas PUPP Situbondo,” ujar Marzuki.
Kata dia, jika batu tak kunjung disingkirkan menghambat jalur ekonomi. Sebab tidak sedikit warga desa curahtatal yang memiliki pikap tidak bisa beraktivitas. Padahal saat ini sudah memasuki musim panen.
“Ada yang butuh roda empat untuk angkut jahe, ada yang butuh untuk mengangkut porang. Kalau jalan tertutup mereka tidak punya jalan alternatif lain,” ujar Marzuki.
Dikatakan, seandainya batu yang jatuh ke aspal hanya batu paras bisa dievakuasi dengan cara kerjabakti. Tapi yang menutup jalan itu adalah batu yang keras, sulit dihancurkan juga sulit digulingkan.
“Sebenarnya batu besar itu hanya perlu digulingkan saja, tapi yang mau menggulingkan tidak bisa selain menggunakan alat berat,” tutup Marzuki.
Kadis PUPP Situbondo Abdul Kader, dikonfirmasi berulangkali pada pukul 15.30 belum membalas pesan jurnalis Jawa Pos Radar Situbondo, padahal centang dua. Ditelepon juga tidak merespon.
Diberitakan sebelumnya, Selasa (14/4) anggota BPBD sudah meninjau lokasi longsor yang mengakibatkan batu besar menutup separoh jalan Dusun Telagasari, Desa Curah Tatal, Kecamatan Arjasa. Dalam insiden tersebut tidak memakan korban luka maupun korban jiwa. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono