Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Diterjang Angin Kencang Tengah Malam, Dapur Rumah Warga Jangkar Situbondo Ambruk Seketika

Ahmad Rifa'ie • Senin, 20 April 2026 | 21:14 WIB
RUSAK PARAH: Dapur rumah milik warga Kampung Air Manis, Desa Agel, Kecamatan Jangkar, ambruk ke tanah akibat angin kencang, Senin dini hari (20/4). (Ahmad Rifa
RUSAK PARAH: Dapur rumah milik warga Kampung Air Manis, Desa Agel, Kecamatan Jangkar, ambruk ke tanah akibat angin kencang, Senin dini hari (20/4). (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda wilayah Kecamatan Jangkar, Senin dini hari (20/4). Akibatnya, bagian dapur rumah milik Karyono (55), warga Kampung Air Manis, Desa Agel, Kecamatan Jangkar, ambruk.

Diketahui, saat kejadian Karyono berada di ruang tamu bersama istrinya, sementara anaknya sedang tidur di kamar. Tiba-tiba angin kencang menerjang, disertai suara gemuruh dari bagian belakang rumah. Setelah dicek, ternyata dapur rumah tersebut sudah roboh ke tanah. “Setelah mendengar suara keras, pemilik rumah langsung mengecek ke belakang dan mendapati dapurnya sudah ambruk,” kata Puriono dari Pusdalops PB Situbondo, Senin (20/4).

Puriono menjelaskan, beruntung saat kejadian seluruh penghuni rumah berada di bagian depan, sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Namun, pemilik rumah mengalami kerugian material akibat peristiwa tersebut. “Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Namun, kerusakan tergolong cukup parah pada bagian dapur yang merupakan bangunan semi permanen,” tambahnya.

Berdasarkan hasil asesmen sementara, dapur yang ambruk memiliki ukuran sekitar 6 x 4 meter dengan tinggi 2,5 meter. Kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp6 juta. Diduga, kondisi bangunan yang sudah lapuk turut memperparah dampak angin kencang hingga menyebabkan bangunan roboh.

Tim dari BPBD Situbondo bersama unsur terkait langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan. Langkah yang dilakukan meliputi asesmen cepat, koordinasi dengan pihak kecamatan, pemerintah desa setempat, serta relawan, sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. “Selain itu, kami juga merencanakan tindak lanjut berupa pengkajian kebutuhan pascabencana (Jitupasna) serta penyaluran bantuan logistik bagi korban terdampak,” tegasnya.

BPBD juga mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan bencana, agar tetap waspada mengingat angin kencang masih berpotensi terjadi di Situbondo, terutama di wilayah pesisir. “Kami mengimbau masyarakat Situbondo untuk tetap waspada dan berhati-hati karena cuaca, khususnya angin kencang, masih terbilang cukup ekstrem dan berpotensi terjadi kembali,” pungkasnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #angin kencang #rumah ambruk