RADARSITUBONDO.ID - Juwari, 51, warga Kampung Kojuk, Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, memiliki ujian hidup cukup berat. Sebab, rumahnya yang berukuran 15x5 hangus terbakar, Sabtu malam (25/4) pukul 22.00. Total kerugian kurang lebih Rp 20 jutaan.
Kebakaran rumah diketahui kali pertama oleh Mahrus Ali, tetangga Juwari. Kebetulan pada saat rumah dikuasai kobaran si jago merah, penghuninya sedang menghadiri pengajian rutin setiap malam Minggu.
“Saya yang teriak-teriak mengabarkan ada rumah terbakar. Pemiliknya tidak ada, lagi menghadiri pengajian,” ujar Mahrus, Minggu (26/4).
Teriakan Mahrus didengar warga setempat. Dalam waktu singkat warga sekitar langsung bergotongroyong. Bahkan tanpa menunggu pemadam kebakaran (Damkar) alat seadanya dijadikan senjata menjinkan kobaran si jago merah.
“Saya lihat api sudah besar dari atap depan. Langsung teriak minta tolong. Begitu warga datang ya langsung ambil gayung, ember, selang air untuk memadamkan. Ada yang pakai tanah ditaburkan, macam-macam,” tutur Mahrus.
Dikatakan, rumah milik Juwari tidak bisa diselamatkan. Kayu dan bambu dindingnya habis. Atapnya runtuh. Rumah berukuran 15x5 hanya tinggal kerangka.
“Kalau korban luka tidak ada, tapi kalau isi rumah hangus terbakar. Saya kasihan sama Juwari dan istrinya, begitu pulang dari pengajian rumahnya hangus terbakar,” ucap Mahrus.
Koordinator BPBD Situbondo, Puriyono menegaskan, tim BPBD Situbondo bersama Koramil, Polsek, Tagana, dan perangkat desa sudah mendatangi lokasi. Pendataan cepat dilakukan.
“Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikian polisi, kalau kerugian kurang lebih Rp 20 juta,” tutup Puriyono. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono