RADARSITUBONDO.ID - Askim, 50, beserta dua anaknya, Ayu Martina Wulandari, 20, dan Mamat, 16, sudah tidak kedinginan lagi. Sebab rumah tidak layak huni yang ditempati bertahun-tahun sudah diperbaiki oleh dermawan. Cita-cita Ayu untuk melanjutkan kuliah juga dibantu.
Senin (4/5), Jurnalis Jawa Pos Radar Situbondo, menyaksikan proses bedah rumah milik Askim. Rumah yang hanya terbuat dari gedek dirombak total oleh H. Hijir Ismail, Ketua Pokdar Kamtibmas Bhayangkara Polres Situbondo.
Kini dinding yang terbuat dari gedek diganti dengan asbes. Genteng yang tidak layak juga diganti yang lebih bagus.
“Saya tidak menyangka bakal dapat bantuan seperti ini. Saat pak H. Ismail datang tiba-tiba sudah bawa tukang, dan pasukan untuk merehab rumah saya,” ujar Ayu, putri Askim.
Dia mengaku kaget begitu melihat banyak material yang menumpuk di halaman rumah. Tiba-tiba sudah ada semen, pasir, dan batako untuk memperindah keberadaan rumah yang ditempati seorang bapak dan dua anaknya.
“Saat lihat rumah diperbaiki tentu perasaan sangat senang, karena rumah sebelumnya sering bocor, bolong-bolong dan terasa sempit. Apalagi yang menempati tiga orang, bayangan saya meski rumah masih dalam proses perbaikan saat selesai bakal adem,” ucap Ayu.
Kebahagiaan putri sulung Askim tersebut semakin memuncak begitu H. Ismail berasama Hadi ASB Chanel Asembagus memberikan bantuan satu unit sepeda motor Beat. Mengingat selama ini dia hanya pakai sepeda ontel untuk menempuh sekolah hingga lulus SMK.
“Sebelum dapat bantuan motor saya punya sepeda ontel. Sepeda milik kami hanya ontel. Milik saya bapak dan adik sama-sama punya satu sepeda ontel,” tutur Ayu.
Askim mengaku, bantuan yang didapatkan kali ini bukan yang pertama. Sebab tanah yang ditempati saat ini murni numpang kepada tanah milik desa. Sebelumnya dia hanya pindah-pindah tempat akibat ngontrak.
“Tanah ya milik desa bukan hak milik. Saya terima kasih banyak pada Pak H. Ismail dan teman teman media,” tegas Askim.
Dia menyadari, karena tanah yang ditempatinya bukan hak milik jika sewaktu-waktu harus pindah, tidak boleh tidak harus angkat kaki. Namun dia bakal berusaha samaksimal mungkin untuk membeli tanah pribadi agar putra-putrinya tidak hidup seperti saat ini.
“Tidak paham kondisi ke depan bagaiamana. Yang pasti saya bakal usaha untuk beli tanah sendiri. Setidaknya anak anak saya tidak kebingungan lagi,” ucap Askim.
Dia juga tidak melupakan jasa perangkat desa setempat, apalagi kepala Desa Trebungan. Sebab sejak pertama kali pindah ke lokasi yang ditempati saat ini sudah banyak bantuan yang diterima. Salah satunya dibantu pengurusan Adminduk, selain itu juga diberi tempat tinggal.
“Kami sudah diberi tempat tinggal sudah sangat berterimakasih pada pak kades. Saat saya ngajukan permohonan surat keterangan tidak mampu langsung dilayani hingga dua anak saya bisa sekolah,” tutup Askim.
Dikatakan, selanjutnya sang putri bakal kuliah. Untuk kuliah tentu butuh surat keterangan tidak mampu dan bakal mengajukan kembali ke desa sekaligus ke Bupati Situbondo.
"Agar Ayu bisa kuliah, saya bakal minta surat keterangan tidak mampu lagi ke kades dan ke Bupati," cetusnya.
Ketua Pokdar Kamtibmas Bhayangkara Polres Situbondo, H. Hijir Ismail menegaskan, kedatangannya ke rumah Askim setelah mendapat kabar dari anggotanya tentang keberadaan orang tidak mampu. Begitu disurvai ternyata kondisi Askim sangat memprihatinkan.
“Kami pakai dana pribadi murni demi kemanusiaan ingin bantu Askim. Rumah direnovasi total, lampu kami sedikan, wifi juga diberi karena dua anak pak Askim semangat belajar. Kami juga ngasi sepeda motor. Kuliah Ayu juga akn kami jembatani,” tutup H. Ismail. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono