Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Komisi III DPRD Situbondo Temukan Kejanggalan Limbah PT Kanaka, Pengolahan Disebut Belum Maksimal

Moh Humaidi Hidayatullah • Jumat, 8 Mei 2026 | 19:55 WIB
JAM KERJA: Salah satu pengendara melintas di depan pabrik kosmetik di Desa Siliwung, Kecamatan Panji, belum lama ini. (HUMAIDI/JPRS)
JAM KERJA: Salah satu pengendara melintas di depan pabrik kosmetik di Desa Siliwung, Kecamatan Panji, belum lama ini. (HUMAIDI/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Komisi III DPRD Kabupaten Situbondo menemukan sejumlah kejanggalan dalam pengelolaan limbah PT Kanaka, pabrik kosmetik di Desa Siliwung, Kecamatan Panji.  Di antaranya, pembuangan limbah akhir yang kurang memadai. Itu terungkap setelah dilakukan inspeksi mendadak (sidak) Selasa lalu (05/5.

Dalam sidak tersebut, anggota dewan datang bersama petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Tujuannnya untuk memastikan pengelolaan limbah yang sesuai dengan SOP. Hal tersebut perlu dilakukan agar perusahaan kosmetik tersebut semakin berkualitas.

"Ternyata setelah saya lihat di lapangan masih ada yang belum dipenuhi oleh perusahaan," ujar Wakil Ketua Komisi III DPRD Situbondo, Arifin, Jumat (8/5).

Dikatakan, untuk pembuangan limbah akhir kurang memadai dan belum pernah dilakukan uji laboratorium. "Padahal perusahaan kosmetik ini sudah lama beroperasi, maka saya minta Dinas LH agar mendampingi PT ini untuk uji lab," jelasnya.

Kepala Bidang Lingkungan DLH Situbondo, Seta mengatakan, untuk pengelolaan air limbah di PT Kanaka sudah ada dan dilengkapi persetujuan teknis.

"Secara perijinan sudah lengkap dan bisa menjalankan industri kosmetiknya," kata Seta.

Dikatakan, ada beberapa yang nantinya akan didampingi secara rutinitas dalam pengelolaan limbah berkelanjutan.

“Kita sudah cek dokumennnya dan semua benar," ujarnya.

Meneger Operasional PT Kanaka, Tito Trinanda, menegaskan adanya temuan dalam pengeloaan limbah tersebut murni karena kurang pemahaman saja. "Sebenarnya untuk pengelolaan limbah itu kita bekerja sama dengan pihak ketiga, jadi kita sudah persiapkan airnya untuk pengelolaan limbanya itu," katanya.

Terkait teknis, Tito mengaku memang membutuhkan pendampingan Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Situbondo. "Ya karena ini perusahaan baru, belum ada dinas yang kesini, tapi untuk perjinan kita lengkap," pungkasnya. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#sidak #DPRD Situbondo