RADARSITUBONDO.ID - Fidi Riansyah, 23, warga Dusun Krajan, Desa Juglangan, Kecamatan Kapongan, mendatangi Mapolres Situbondo, Selasa (12/5). Korban pengeroyokan pada malam takbir dua bulan lalu (2/3) itu, meminta penyidik bertindak cepat. Sebab, para pelaku yang sudah terekam CCTV asyik berkeliaran.
Fidi, mengatakan, kedatangannya ke mapolres ingin menemui penyidik. Sebab, laporannya sudah dua bulan berlalu namun belum ada penangkapan terhadap para pelaku. Padahal wajah pelaku dan namanya sudah bisa terdeksi.
“Rekaman cctv sudah ada, kalau penyidik mau tahu ke rumah-rumah korban juga bisa diantarkan. Tapi sudah dua bulan berlalu pelaku tetap tidak ditangkap,” ujar Fidi.
Dia mengaku, saat melapor sudah melakukan visum, rekaman cctv juga diserahkan. Tugas penyidik hanya tinggal memanggil dan memeriksa. Entah sejumlah pelaku sudah diperiksa apa belum masih tidak ada kejelasan.
“Rencana hari ini mau bertanya langsung pada penyidik, tapi yang menangani laporan saya masih ke luar kota,” ucap Fidi.
Kata dia, aksi pengeroyokan yang dilakukan tidak pemuda bukan hanya melukai, tapi merusak sepeda motor dan merampas dua ponsel.
“Saya sudah dikeroyok tas juga diambil. Isi dalam tas ada uang Rp 300 ribu, dua ponsel, dan salah satunya Ipone harga belasan juta,” tegas Fidi.
Sadek pendamping Fidi mengatakan, kasus pengeroyokan yang menimpa Fidi perlu dipertanyakan dan terus diingatkan pada penyidik. Namun penyidik belum bisa ditemui.
“Tapi saya sudah konfirmasi kepada kapolres langsung. Katanya dalam jangka waktu dekat kasus yang Fidi ini akan diatensi. Bukti pesannya ada,” tutup Sadek.
Diberitakan sebelumnya, warga Dusun Krajan, Desa Juglangan, Kecamatan Kapongan, jadi korban pengeroyokan di depan Toko Madura, Panji, tepat pada malam takbir Idul Fitri (2/3). Saat itu, wajah pelaku terekam CCTV. serangan brutal itu mengakibatkan Fidi babak belur, hidung berdarah, wajah lebam. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono