RADARSITUBONDO.ID – Sekitar 41 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) terancam diputus kontrak kerjanya oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo. Pasalnya, puluhan titik SPPG tersebut dilaporkan belum menunjukkan perkembangan, bahkan sebagian dinilai tidak memiliki progres sama sekali.
Mandeknya pembangunan dapur MBG itu menjadi perhatian serius Satuan Tugas (Satgas) MBG di Situbondo. Sebab, keterlambatan pembangunan dikhawatirkan menghambat pelaksanaan program makan bergizi yang dinantikan masyarakat. “Kalau tidak sanggup, maka kita akan mengusulkan dilakukan cut off (pemutusan kerja sama),” kata Ketua Satgas MBG Situbondo, Akhmad Yulianto, saat rapat koordinasi dan evaluasi progres pembangunan dapur SPPG bersama Korwil, Selasa (14/5).
Yuli menambahkan apabila tidak ada progres yang jelas, maka pemutusan kerja sama harus dilakukan, diganti dengan mitra baru agar program tetap berjalan. “Atau kita akan mengganti titik-titik baru dan mitra-mitra baru, sehingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini bisa tetap berjalan,” tambahnya.
Yuli menjelaskan, terkait sebaran lokasi 41 titik bermasalah tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah (Korwil) guna memperoleh data valid, sehingga tidak ada pembiaran terhadap proyek mangkrak yang dapat berdampak buruk terhadap roda perekonomian daerah. “Tentu saja ini tidak boleh dibiarkan terus-menerus, karena akan berpengaruh terhadap spread effect ekonomi. Apalagi, kita ingin ekonomi di Situbondo terus berjalan dan berkembang,” jelasnya.
Yuli menegaskan, Pemkab Situbondo akan menjadwalkan pemanggilan resmi terhadap para pengelola 41 titik SPPG tersebut pada Selasa pekan depan. Mereka diwajibkan hadir dalam rapat Satgas untuk memberikan pernyataan tertulis dan kepastian kesanggupan penyelesaian proyek. “Oleh karena itu, terhadap 41 titik ini kita akan panggil hari Selasa depan untuk hadir dalam rapat Satgas. Kita mintakan pernyataan dan kesanggupan mereka,” ucapnya.
Menurutnya, salah satu pemicu mangkraknya proyek pembangunan tersebut diduga karena adanya mitra yang hanya mengamankan lokasi tanpa kesiapan eksekusi sejak awal. Karena itu, tidak menutup kemungkinan adanya motif atau kepentingan lain yang belum terungkap. Hal tersebut akan didalami dalam rapat Satgas pekan depan. “Masyarakat banyak yang bertanya terkait kebutuhan sekolah-sekolah, di mana murid atau anak-anak mereka belum mendapatkan makan bergizi gratis di sekolah,” bebernya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono