Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Hewan Kurban dari Madura Diperiksa Ketat, Disnakkan Situbondo Waspadai Penyakit Menular ke Manusia

Ahmad Rifa'ie • Rabu, 20 Mei 2026 | 20:23 WIB
WASPADA: Petugas memeriksa hewan kurban yang didatangkan dari Madura menjelang Hari Raya Idul Adha di Pelabuhan Kalbut, Kecamatan Mangaran, Rabu (20/5). (Ahmad Rifa
WASPADA: Petugas memeriksa hewan kurban yang didatangkan dari Madura menjelang Hari Raya Idul Adha di Pelabuhan Kalbut, Kecamatan Mangaran, Rabu (20/5). (Ahmad Rifa'ie/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID – Menjelang Hari Raya Idul Adha atau hari raya kurban, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Situbondo mulai melakukan pemeriksaan terhadap hewan ternak yang datang dari Kepulauan Madura. Hal itu dilakukan untuk memastikan tidak ada penyakit zoonosis yang berbahaya bagi manusia.

Hewan yang akan dikurbankan, terlebih yang didatangkan dari luar daerah seperti Madura, harus menjalani pemeriksaan kesehatan guna mencegah hal-hal yang dapat membahayakan manusia. Oleh sebab itu, hewan kurban harus dipastikan dalam kondisi sehat saat akan disembelih. “Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, sapi, domba, dan kambing yang akan dikurbankan harus sehat dan aman dikonsumsi,” kata Sulistiyani, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Disnakkan Situbondo, Rabu (20/5).

Sulis menjelaskan, penyakit pada hewan ternak yang bersifat zoonosis dapat menular kepada manusia, seperti antraks, orf atau yang dikenal dengan sebutan berengen, fasciolasis yang disebabkan cacing hati, serta brucellosis atau penyakit keluron. “Jenis penyakit yang menjangkit sapi, domba, dan kambing itu bisa menular ke manusia. Namun, hasil pemeriksaan yang kami lakukan menunjukkan tidak ada hewan ternak yang mengidap penyakit zoonosis,” imbuhnya.

Menurutnya, selain memastikan kesehatan hewan ternak, khususnya yang akan dikurbankan, Disnakkan juga melakukan verifikasi umur hewan guna memastikan kelayakan hewan kurban dari sisi usia. “Kami juga harus memastikan bahwa daging kurban yang didistribusikan kepada masyarakat memenuhi kriteria aman, sehat, utuh, dan halal,” jelasnya.

Dia menambahkan, pemeriksaan terhadap hewan kurban dilakukan di beberapa wilayah agar masyarakat terhindar dari penyakit yang dibawa hewan ternak. “Kami memeriksa sapi yang datang dari Kepulauan Madura melalui Pelabuhan Kalbut di Kecamatan Mangaran. Kami pastikan tidak ada penyakit zoonosis yang berbahaya bagi manusia,” tegasnya.

Selain di Kalbut, petugas Disnakkan juga melakukan pemeriksaan kesehatan di tempat pengepul ternak di wilayah Kalbut dan Kecamatan Asembagus. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh hewan ternak dalam kondisi sehat. “Alhamdulillah sehat. Kemarin memang ada sebagian sapi yang terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK), namun seiring perubahan musim, sekarang sudah tidak ada lagi PMK,” tutupnya. (rif/pri)

Editor : Edy Supriyono
#disnakkan situbondo #hewan kurban