RADARSITUBONDO.ID - Pasangan calon pengantin Aldi dan Feny harus menghadapi kenyataan pahit menjelang hari bahagia mereka. Keduanya mengaku menjadi korban dugaan penipuan yang dilakukan sebuah wedding organizer (WO) yang berkantor di kawasan Jakarta Timur.
Akibat kejadian itu, pasangan tersebut mengalami kerugian hingga Rp85,5 juta dan resepsi pernikahan mereka nyaris batal digelar.
Feny menuturkan awal mula dirinya menggunakan jasa WO tersebut setelah melihat promosi melalui media sosial Instagram.
Ketertarikan muncul usai melihat paket dan daftar harga yang dinilai sesuai kebutuhan pernikahan mereka. Setelah itu, pembayaran uang muka langsung dilakukan sebagai tanda jadi pemesanan.
“Awalnya, saya dapat info dari Instagram. Setelah lihat daftar harga (price list) dan paket-paketnya, saya bayar DP dulu. Total kerugian Rp85,5 juta,” kata Feny di Jakarta, Senin (25/5), dikutip dari ANTARA.
Baca Juga: Klasemen Akhir Premier League 2025/2026: Chelsea Tersungkur, Liverpool Lolos Liga Champions
Setelah melakukan pembayaran awal, pasangan tersebut mengikuti sesi test food yang diadakan pihak WO.
Dalam kegiatan itu, Feny mengaku sempat merasa yakin karena acara terlihat profesional. Sejumlah vendor disebut hadir, mulai dari dekorasi, make-up artist (MUA), pembawa acara atau MC, hingga contoh pelaminan dan menu prasmanan.
Tahapan persiapan kemudian berlanjut dengan fitting pakaian pengantin di kantor WO yang berada di kawasan Jakarta Garden City (JGC), Cakung.
Pembayaran dilakukan secara bertahap hingga akhirnya lunas pada awal April 2026. Bahkan, pada 11 Mei 2026, pasangan itu masih menambah jumlah tamu undangan atau pax untuk acara resepsi.
Namun, kecurigaan mulai muncul saat technical meeting dilakukan secara daring. Menurut Feny, rapat persiapan tersebut berlangsung sangat singkat dan tidak membahas detail teknis pelaksanaan acara sebagaimana lazimnya persiapan pernikahan.
“Technical meeting cuma sekitar 10 menit dan sangat tidak detail. Saya tanya soal rundown, alur masuk venue, pembagian sesi tamu, semuanya dijawab nanti diinformasikan satu hari sebelum acara (H-1),” jelas Feny.
Ia menilai proses tersebut berbeda dari persiapan pernikahan pada umumnya yang biasanya dilakukan langsung di lokasi acara untuk memastikan seluruh rangkaian berjalan lancar.
Baca Juga: Inggris, Prancis, dan Kanada Kompak Tolak Skema PDB NATO untuk Bantu Ukraina
Kekhawatiran pasangan itu semakin besar setelah mendengar adanya keluhan dari korban lain terkait pelayanan WO yang sama. Beberapa di antaranya disebut mengalami masalah keterlambatan katering hingga jumlah makanan yang tidak sesuai pesanan.
Masalah memuncak pada 13 Mei 2026 atau sekitar sepuluh hari sebelum acara berlangsung. Saat itu, pihak Gedung Islamic Center Bekasi menghubungi pasangan tersebut dan memberitahukan bahwa pembayaran gedung belum dilunasi oleh pihak WO.
“Dari pihak Islamic Center bilang masih kurang pembayaran sekitar Rp17,5 juta. Ternyata, pihak WO baru bayar DP sekitar Rp6 juta,” ujar Feny.
Mendengar informasi tersebut, Aldi dan Feny langsung berusaha menghubungi pihak WO. Namun, komunikasi berjalan sulit dan mereka mengaku tidak mendapat kepastian yang jelas terkait pelunasan pembayaran venue.
Baca Juga: Como 1907 Lolos Liga Champions Usai Bantai Cremonese 4-1 di Pekan Terakhir Serie A
Situasi semakin membuat panik ketika sehari sebelum acara atau H-1, pasangan itu mendatangi kantor WO di kawasan JGC. Saat tiba di lokasi, mereka mendapati kantor tersebut sudah kosong.
“Pas kita datang, ternyata galerinya sudah kosong. Kata orang sekitar, pindah ke Rorotan,” ungkap Aldi.
Pasangan itu kemudian mencari keberadaan pihak WO hingga ke gudang yang berada di kawasan Rorotan. Di lokasi tersebut, mereka sempat bertemu dengan pengelola WO yang disebut terus memberikan alasan terkait keterlambatan pembayaran venue.
“Kita minta kepastian pembayaran karena sudah H-1. Mereka bilang deposito belum cair dan janji akan dibayar jam empat sore,” ucap Aldi.
Pihak WO bahkan sempat menandatangani surat pernyataan bermaterai terkait tanggung jawab pelaksanaan acara. Namun setelah itu, pemilik WO justru meninggalkan lokasi dengan alasan ada urusan lain.
Baca Juga: BMKG: Sebagian Besar Wilayah Jakarta Diguyur Hujan pada Senin Petang
Kondisi di lapangan semakin tidak menentu setelah sejumlah pekerja dekorasi dan katering mengaku belum menerima arahan yang jelas. Beberapa vendor bahkan memilih meninggalkan lokasi karena tidak ada kepastian pekerjaan maupun pembayaran.
“Kami akhirnya yakin acara resepsi kemungkinan besar tidak akan berjalan,” tutur Aldi.
Di tengah situasi tersebut, pasangan calon pengantin itu berusaha mencari jalan keluar agar akad nikah tetap dapat dilangsungkan. Mereka menghubungi vendor-vendor secara pribadi, termasuk MUA, MC, penata rambut, hingga penyedia busana pengantin.
Beruntung, beberapa vendor bersedia membantu dan tetap hadir demi memastikan prosesi akad nikah berjalan meski dalam kondisi sederhana. Sementara itu, pihak gedung akhirnya tetap memberikan fasilitas agar akad nikah dapat dilaksanakan selama satu hingga dua jam.
Baca Juga: Allano Lima Beri Kode Tinggalkan Persija Jakarta Usai Super League 2025/2026 Berakhir
Meski akad nikah tetap berlangsung, resepsi yang telah direncanakan sejak lama gagal digelar. Atas kejadian tersebut, Aldi dan Feny melaporkan dugaan penipuan itu ke Polres Metro Jakarta Timur pada Minggu malam.
Pasangan tersebut mengaku telah menyerahkan sejumlah barang bukti kepada pihak kepolisian, mulai dari percakapan digital, bukti transfer pembayaran, hingga surat pernyataan yang sebelumnya ditandatangani pihak WO. Mereka berharap laporan tersebut segera diproses agar tidak ada korban lain yang mengalami kejadian serupa.
Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Timur telah meminta korban dugaan penipuan oleh WO tersebut untuk membuat laporan resmi ke kepolisian. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur Bayu Kurniawan menegaskan pihaknya siap menerima laporan dari para korban yang merasa dirugikan.
“Silakan lapor. Calon pengantin yang ada di video Instagram itu rencana baru hari ini mau datang, dilaporkan, kantor WO-nya di Cakung,” kata Bayu.
Editor : Bayu Shaputra