Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Diduga Salah Sasaran, Oknum TNI AL di Situbondo Aniaya Pemuda 19 Tahun hingga Babak Belur

Moh Humaidi Hidayatullah • Minggu, 31 Mei 2026 | 19:13 WIB
LAPOR POLISI: Hafid Junaidi dan putranya, Dinar, 19, usai laporan di Mapolres Situbondo, Sabtu malam (31/5). (HUMAIDI/JPRS)
LAPOR POLISI: Hafid Junaidi dan putranya, Dinar, 19, usai laporan di Mapolres Situbondo, Sabtu malam (31/5). (HUMAIDI/JPRS)

 

RADARSITUBONDO.ID - Binar, warga Kelurahan Dawuhan, Kecamatan/Kabupaten Situbondo mengalami luka lebam di sekejur tubuhnya. Pria 19 tahun, itu dihajar oleh oknum TNI AL menggunakan selang, ditendang dan dipukul berulangkali, Sabtu lalu (30/5) sekitar pukul 13.00. Usai kejadian, korban juga ditantang agar melapor kemana pun.

Binar mengatakan, saat kejadian dirinya sedang asyik bermain di dalam rumah bersama dua temannya. Tiba-tiba Prada Royhan datang  seorang diri, masuk ke dalam rumah. Begitu masuk ke dalam rumah, langsung mengunci pintu rumah dan melakukan penganiayaan. “Saat di dalam rumah dia langsung menendang saya, memukul saya. Saya tidak bisa kemana-mana. Mau melawan takut, dia ngakunya adalah anggota TNI,” kata Binar, Minggu (31/5).

Tindakan arogan tersebut diduga salah sasaran. Oknum TNI itu marah hanya karena mengira pacarnya disapa. Padahal Dinar tidak kenal dengan pacar Royhan bahkan tidak menyapa. “Yang nyapa pacarnya om TNI itu temannya saya. Nyapa karena kenal. Saya tidak kenal dan tidak menyapa. Tapi saat saya ngasi alasan dia (oknum TNI) tidak mau dengar dan terus memukuli saya,” katanya.

Dinar mengaku bahwa dua temannya yang berada di lokasi hanya bisa menyaksikan. Mau menolong juga tidak berani. Beruntung salah satu temannya masih punya inisiatif merekam aksi pelaku dari lantai dua. “Teman saya yang ada di atas lantai dua merekam sambil sembunyi.  Untung ada rekamannya, sehingga saya punya bukti,” kata Dinar.

Hafid Junaidi bapak Dinar mengaku sudah membawa putranya ke Elizabeth untuk mendapat perawatan medis sekaligus cek visum. Berikutnya laporan ke Mapolres Situbondo agar pelaku segera ditangkap.

“Semalam saya langsung laporan ke Mapolres. Tapi karena pelaku adalah oknum TNI katanya harus laporan ke Markas Detasemen Polisi Militer Pangkalan TNI Angkatan Laut (Denpom Lanal) Banyuwangi. Hari ini (kemarin) saya langsung berangkat laporan ke Denspom Lanal,” tegas Hafid.

Dia menegaskan, kasus penganiayan yang menimpa putranya akan dikawal tuntas. Jika ada pihak yang membujuk agar kasus diselesaikan secara kekeluargaan pasti akan ditolak. Sebab tintakan pelaku sudah mengancam nyawa Dinar. “Saya sebagai orang tua tidak terima. Kasus ini akan dikawal tuntas. Kemana pun prosesdur laporannya pasti akan saya ikuti,” tutup Hafid.

Prada Royhan saat berada di Denpon V/3-5 Situbondo enggan dikonfirmasi. Begitu dimintai pernyataan, dia melambaikan tangan dan menghindar dari sejumlah jurnalis. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #oknum tni #Penganianayaan