RADARSITUBONDO.ID - Jurnalis Jawa Pos Radar Situbondo, memantau langsung proses pemabangunan KDMP di Desa Tenggir, Kecamatan Panji, Selasa (2/6). Di lokasi pembangunan yang berada di tengah sawah itu tidak ada ada pekerja yang beraktifitas. Diduga kuat para pekerja tidak melanjutkan pembangunan paska ada kecelakaan maut yang menimpa salah satu pekerja, Senin lalu (1/6).
Untuk tiba di gedung KDMP harus masuk ke gang jalan menuju persawahan. Sebab lokasi KDMP berada di pinggir jalan dan jauh dari pemukiman warga. Jalan yang dilalui juga aspal rusak.
“Tidak tahu ini gedung kok ada di tengah sawah. Tapi berkat keberadaan gedung KDMP ini, jalan mulai di perbaiki. Ini batu-batunya kan sudah ditata,” ujar salah satu petani yang sibuk merawat tanaman bawang merah di dekat pembangunan KDMP.
Petani yang namanya enggan disebutkan itu menerangkan, pemasangan spandek/seng tampak dihentikan sementara. Terbukti tidak ada pekerja yang beraktivitas sejak pagi menjalang sore. Seharusnya pemasangan spandek dilanjutkan.
“Dari pagi tidak ada yang bekerja. Pagi-pagi hanya ada satu anggota yang lagi ngecek. Habis itu pulang. ini spandek kan hanya terpasang separuh,” ujar pria berkumis tipis tersebut.
Dia menerangkan, pekerjaaan diduga kuat dihentikan sementara akibat ada insiden kecelakaan kerja yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Bahkan, bekas darah korban masih ada dan hanya ditututupi potongan triplek.
“Pekerja yang jatuh dari atap sedang tarik spandek/seng. Kalau dilihat lokasi kejadiannya jatuh ke beton. Itu darahnya masih ada, hanya ditutupi triplek,” tuturnya.
Kepala Desa Tenggir, Sugito, mengaku sempat mendatangi lokasi kejadian. Namun korban yang jatuh sudah dievakuasi. Untuk proses pekerjaan dilanjut atau tidak, dia juga tidak mengetahui secara pasti. Sebab proses pembangunan tidak melalui kepala desa.
“Pekerjaan sejak awal itu kan memang di-handle anggota TNI. Desa tidak paham. Kalau mau tahu kronloginya bisa tanya langsung ke Kasdim,” kata Sugito, singkat. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono