RADARSITUBONDO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Situbondo mencatat sebanyak 98 sekolah belum memiliki kepala sekolah definitif. Padahal, sejumlah guru telah diusulkan untuk mengisi jabatan tersebut. Namun, minat menjadi kepala sekolah dinilai masih rendah karena besarnya tanggung jawab yang harus diemban.
Hingga saat ini, terdapat sekitar 98 sekolah dari jenjang TK, SD, dan SMP yang belum memiliki kepala sekolah definitif. Kondisi tersebut membuat sekolah-sekolah tersebut harus dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah. "Kendalanya, ada guru yang tidak bersedia diusulkan karena tidak ingin menanggung beban dan tanggung jawab sebagai kepala sekolah," kata Ahmad Hosnan, Kepala Bidang Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dispendikbud Situbondo.
Menurut Hosnan, pihaknya saat ini sedang melakukan penataan kepala sekolah definitif dan menargetkan proses tersebut dapat segera diselesaikan. Selain rendahnya minat guru untuk menjadi kepala sekolah, terdapat sejumlah kendala lain, seperti persyaratan administrasi yang belum lengkap. "Selain itu, ada yang belum memenuhi syarat kepangkatan dan ada pula yang terkendala faktor kesehatan," tambahnya.
Hosnan merinci, dari 98 sekolah yang belum memiliki kepala sekolah definitif tersebut, sebanyak 85 merupakan Sekolah Dasar (SD), 12 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 1 Taman Kanak-kanak (TK).
"SD ada 85 sekolah, SMP 12 sekolah, dan TK 1 sekolah. Bukan kosong, tetapi sementara dipimpin oleh Plt karena kepala sekolah sebelumnya sudah memasuki masa pensiun," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DPRD Situbondo, Mohammad Badri, menilai persoalan tersebut cukup serius dan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Menurutnya, keberadaan kepala sekolah definitif sangat penting agar pengelolaan pendidikan dapat berjalan lebih maksimal.
"Kalau masih dipimpin Plt, tentu kewenangannya terbatas sehingga tidak bisa mengambil keputusan secara penuh. Karena itu, posisi kepala sekolah definitif harus segera diisi. Katanya sudah ada rekrutmen terbuka, tetapi peminatnya masih kurang," ujarnya.
Badri juga mendesak Dispendikbud Situbondo untuk mengambil langkah tegas dan konkret agar tidak terjadi krisis kepemimpinan di dunia pendidikan. Ia meminta proses seleksi kepala sekolah definitif segera dipercepat bagi guru yang memenuhi syarat.
"Gejala seperti ini jangan dibiarkan. Segera lakukan seleksi terhadap guru yang memenuhi syarat. Jika ada yang tidak bersedia tanpa alasan yang jelas, Dispendikbud harus mengambil langkah tegas," tegasnya. (rif/pri)
Editor : Edy Supriyono