Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

PG Asembagus Sudah Maksimal Tangkap 21 Ton Abu Tolato per Hari

Moh Humaidi Hidayatullah • Senin, 8 Juni 2026 | 20:52 WIB
Dedi Anggara, Asisten Manager Bagian Teknik PG Asembagus. (HUMAIDI/JPRS)
Dedi Anggara, Asisten Manager Bagian Teknik PG Asembagus. (HUMAIDI/JPRS)

RADARSITUBONDO.ID - Keluhan warga soal tolato atau abu terbang dari cerobong Pabrik Gula (PG) Asembagus yang masuk ke rumah-rumah  mendapat respon. Pihak PG memastikan sudah berupaya semaksimal mungkin agar abu tidak menyebar.

Asisten Manager Bagian Teknik PG Asembagus, Dedi Anggara, menerangkan, kapasitas giling pabrik saat ini berkisar 4.500 ton per hari. Untuk pengolahan, boiler PG Asembagus menggunakan bahan bakar ampas tebu.

“Ampas dibakar, lalu sisa pembakaran menjadi abu. Ada abu sisa pembakaran, ada juga yang disebut abu terbang atau yang dikenal tolato,” ujar Dedi, Minggu (7/6).

Dedi menyebut total abu yang berhasil ditangkap mencapai kurang lebih 21 ton dalam sehari. Abu tersebut dibuang ke lokasi pembuangan yang sudah dikoordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Situbondo.

“Dari lokasi pembuangan tidak mungkin terbang. Sebab sudah banyak pohon-pohon. Potensi penyebarannya sangat kecil,” tegasnya.

Kata dia, pengangkutan abu sisa pembakaran juga dilakukan super ketat. Setiap truk yang keluar wajib menutup rapat bak truk menggunakan terpal.

“Begitu truk keluar pasti kami minta pasang terpal. Kami wanti-wanti limbah yang diangkut tidak berceceran,” ujar Dedi.

Soal tolato yang masih lolos ke permukiman, Dedi mengakui itu murni dari cerobong yang lolos dari penangkapan alat. Namun setiap tahun sudah dilakukan perbaikan agar tolato tidak menyerang rumah-rumah warga. “Memang ada yang lolos tapi tidak banyak,” katanya.

Untuk penangkapan abu, PG Asembagus menggunakan mesin dust collector. Alat pelindung pernapasan itu memanfaatkan muatan listrik statis pada serat filternya untuk menarik dan menangkap partikel berbahaya di udara.

“Jadi debu terbang bisa ditangkap,” jelas Dedi.

Selain itu, PG juga memasang spray air di luar cerobong. Alat itu dioperasikan saat melakukan pembersihan boiler untuk mengantisipasi penerbangan abu. yang pasti upaya yang dilakukan PG Asembagus saat ini sudah maksimal.

“Ke depan pihaknya akan melakukan proses perbaikan yang lebih baik lagi agar keluhan warga bisa diminimalkan,” paparnya.

Hendrik Susanto, Danton dan Humas PG Asembagus menegaskan, bahwa PG Asembagus sangat peduli terhadap warga yang terdampak. Terbukti setiap awal musim giling pasti dilakukan pembagian sembako.

“Awal giling ada pembagian 300 sembako, pertengahan juga bakal ada pembagian sembako. sasarannya, warga terdampak. Selain itu juga ada pemeriksaan grasti. Kami datangkan tim medis dari elizabeth,” tutup Hendrik. (hum/pri)

Editor : Edy Supriyono
#situbondo #PG Asembagus Situbondo #Tolato