RADARSITUBONDO.ID - Kondisi ruang kelas di SDN 3 Seletreng, Kecamatan Kapongan, yang mengalami kerusakan sejak 2019 membuat wali murid khawatir. Mereka takut kerusakan bangunan tersebut semakin parah dan dapat membahayakan keselamatan siswa saat kegiatan belajar mengajar maupun ketika beraktivitas di lingkungan sekolah.
Salah seorang wali murid di SDN 3 Seletreng yang enggan disebutkan namanya mengaku selalu merasa waswas saat anaknya berada di sekolah. Ini lantaran kondisi bangunan yang rusak, belum juga diperbaiki selama bertahun-tahun. “Sebagai orang tua pasti waswas melihat kondisi bangunan salah satu ruang kelas yang rusak. Takutnya terjadi sesuatu, misalnya atap ambruk atau ada genteng maupun kayu yang jatuh saat anak-anak sedang belajar atau bermain,” katanya, Selasa (9/6).
Dia menuturkan, sejak anaknya mulai bersekolah sekitar empat tahun lalu, kondisi ruang kelas tersebut sudah mengalami kerusakan. Bahkan, pernah terjadi bagian atap yang berjatuhan. Beruntung saat itu tidak ada siswa yang berada di lokasi. “Sekarang plafonnya juga sudah banyak yang berjatuhan. Kami khawatir kalau sampai mengenai murid,” imbuhnya.
Perempuan yang memiliki dua anak itu berharap perbaikan dapat segera direalisasikan. Meski telah mendapat informasi bahwa sekolah tersebut akan menjadi prioritas perbaikan tahun ini, rasa khawatir sebagai orang tua tetap ada. “Harapannya semoga segera diperbaiki karena kerusakan ini sudah berlangsung lama,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang guru SDN 3 Seletreng, Yuyun membenarkan bahwa terdapat ruang kelas yang mengalami kerusakan dan belum diperbaiki dalam waktu yang cukup lama. Menurutnya, sekolah tersebut pernah disurvei pada 2023, namun belum mendapatkan alokasi anggaran. “Benar, ruang kelas itu sudah lama rusak. Alhamdulillah, informasi terakhir dari dinas menyebutkan bahwa tahun ini sudah masuk program revitalisasi atau refit. Semoga bisa segera terealisasi,” katanya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Situbondo, Sopan Efendi, memastikan SDN 3 Seletreng berpeluang mendapatkan anggaran perbaikan tahun ini. “Kemungkinan sebelumnya SDN 3 Seletreng terlambat mengunggah data. Untuk SDN 3 Seletreng, insyaallah bisa tercover tahun ini,” ujarnya.
Sopan menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 343 sekolah di Kabupaten Situbondo yang membutuhkan revitalisasi sarana dan prasarana. Dari jumlah tersebut, sebanyak 285 sekolah telah masuk dalam Sistem Informasi Pendataan Sarana dan Prasarana (SIP Sarpras) hingga akhir 2025. Namun, hanya 170 sekolah yang dapat terakomodasi melalui aplikasi Revitalisasi Sekolah (Revit). “Kami bersama tim akan melakukan pengecekan lapangan kembali, kemudian mengusulkannya lagi agar sekolah-sekolah yang membutuhkan perbaikan bisa segera tertangani,” pungkasnya. (pri)
Editor : Edy Supriyono