RADARSITUBONDO.ID - Permasalahan SPPG Desa Kayuputih, Kecamatan Panji, belum menemukan titik terang. Sebab, RZ sebagai mitra SPPG dianggap tidak koperatif. Terbukti saat diundang mediasi oleh Satgas Percepatan Penyelenggaraan Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Situbondo, pekan lalu (10/6) juga tidak hadir.
Yason Silvanus kuasa hukum Rustandi, pemodal SPPG Kayuputih menegaskan, mitra SPPG Kayuputih, dianggap jarang melaksanakan tugasnya. Baik dalam proses pengelolahan maupun dalam proses mengontrol pembelanjaan.
“Dalam kewajiban hukum mengharuskan mitra aktif melakukan penjagaan. Stay di kantor. mungkin karena jaraknya terlalu jauh, hingga kurang aktif, kan orang Jember itu (RZ),” ujar Yason, Selasa (16/6).
Dikatakan, permasalahan yang membuat kliennya mengalami kerugian yang cukup besar adalah akibat RZ sebagai mitra tidak sportif dalam mengelola SPPG. Misal RZ ini menyuruh kepercayaannya, juga tidak bisa dibenarkan. Sebab mitra SPPG juga dilarang mempekerjakan pihak ketiga.
“Bahkan pada saat diundang Satgas MBG Situbondo untuk mediasi, RZ tidak hadir. Itupun tanpa ada alasan yang jelas. Jadi patut diduga keberadaan mitra SPPG ini dibuat formalitas,” ucap Yason.
Dia berharap, Satgas MBG tegas dalam menentukan sikap. Satgas harus mampu memaparkan kejanggalan yang terjadi di tubuh SPPG Kayuputih. Bukan hanya mengundang pihak internal SPPG untuk urusan diskusi saja, namun tidak ada tindak lanjutnya.
“Kami mau jawaban dari Satgas MBG, apakah regulasi SPPG ini pelanggaran pidana apa tidak. Terus apa langkah Satgas kalau orang yang dianggap bermasalah tidak hadir saat diundang mediasi. Kan harus jelas sanksinya,” ucap Yason.
Ketua Satgas MBG Situbondo Drs. H. Akmad Yulianto, saat dikonfirmasi belum memberikan jawaban. Padahal pesan Whatsapp sudah terbaca dan centang biru. Begitupun Ketua Yayasan Miftahul Huda Wringin Anom, H. Lukman.
Mitra SPPG Kayuputih, Reza, saat dikonfirmasi mengaku sedang ada kegiatan. Dia akan memberikan info jika kegiatannya sudah selesai. “Saya masih ada giat, nanti diinfo jika sudah free,” kata Reza sambil memberi emoji senyum.
Diberitakan sebelumnya, (9/6) Rustandi, pemodal pembangunan dapur SPPG Desa Kayuputih Panji menghabiskan Rp 400 juta lebih. Dia meminta peralihan yayasan karena tidak terdaftar sebagai mitra SPPG. Padahal saat awal pembangunan sudah dijanjikan, sementara mitra saat ini justru jatuh ke RZ yang dikonsultasikan Rustandi dan yayasan disebut tak bertanggung jawab atas kerugian tersebut. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono