RADARSITUBONDO.ID - Komandan Pos TNI AL Panarukan meninjau pipa misterius di tengah laut perairan Desa/Kecamatan Banyuglugur, Jumat (19/6). Dalam pengecekan tersebut ditemukan dua pipa berukuran besar yang diduga dari salah satu perusahaan di pinggir jalan pantura Banyuglugur.
Pantauan jurnalis Jawa Pos Radar Situbondo, anggota TNI AL bersama anggota Polsek Banyuglugur menyisir pantai lewat wisata Utama Raya. Untuk tiba ke titik pipa menempuh perjalanan sekitar dua kilo meter, menggunakan speed boad. Begitu tiba di ujung pipa, anggota memotret benda tersebut sebagai barang bukti.
"Memang ada paralonnya, tapi kami tidak menemukam bukti pembuangan limbah seperti di video yang beredar," ujar Komandan Pos TNI AL Panarukan, Letnan Satu PM Didin Abidin.
Dikatakan, pemantauan dilakukan setelah mendapat sebaran berita yang menginformasikan keluhan nelayan tentang keberadaan paralon yang diduga menjadi sarana pembuangan limbah. "Kami turun karena yang dikeluhkan memang wilayah kami, selain itu ya mereapon keluhan nelayan," ucap Didin.
Dia mengaku bakal melakukan penyelidikan lebih lanjut. Sebab untuk pemantauan pertama belum bisa menelusuri pipa hingga ke bibir pantai karena terhambat pohon mangrove.
"Prediksi kami dari pucuk paralon ke bibir pantai kurang lebih 400 meter. Untuk mengetahui sumber paralon kita butuh waktu. Dalam jangka waktu dekat kami mau melakukan penyelidikan lebih dalam lagi," katanya.
Dia berharap agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Situbondo segera melakukan peninjaun. Sebab yang bisa mengetahui pipa sebagai pembuangan limbah atau bukan adalah petugas DLH.
"Kalau penilaian kami pemasangam paralon ini sudah jelas menyalahi aturan. Yang terdampak adalah nelayan sulit melintas," tutup Abidin. (hum/pri)
Editor : Edy Supriyono