RADARSITUBONDO.ID – Dugaan penipuan yang menyeret nama RMA, 32, warga Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Panji, Situbondo, terus memunculkan korban baru. Kali ini, seorang anggota TNI mengaku kehilangan sekitar Rp 37 juta setelah perempuan tersebut diduga menyamar sebagai dokter dan menawarkan pembelian perabot rumah tangga dengan sistem cicilan. Modus itu diduga dilakukan sejak pertengahan 2025.
Korban yang meminta dipanggil Nanang, anggota TNI yang kini bertugas di Kabupaten Malang, mengungkapkan bahwa dirinya pertama kali mengenal RMA melalui media sosial. Menurutnya, komunikasi diawali oleh RMA yang memperkenalkan diri sebagai seorang dokter.
Tak hanya itu, RMA disebut mampu menyebut nama sejumlah senior dan keluarga rekan dinas Nanang sehingga membuatnya semakin yakin terhadap identitas perempuan tersebut.
"RMA ini menghubungi saya pertama kali dan mengaku sebagai dokter. Saya tambah yakin karena dia menyebut nama-nama kakak letting saya. Bahkan tahu nama istri kakak letting saya. Makanya saya percaya," ujarnya, Rabu (22/7).
Setelah hubungan komunikasi terjalin cukup akrab, RMA diduga mulai menawarkan berbagai perabot rumah tangga. Barang-barang tersebut disebut bisa dibeli dengan sistem pembayaran bertahap setiap bulan.
Nanang mengaku sempat beberapa kali mentransfer uang sesuai permintaan RMA. Nilainya bervariasi, mulai sekitar Rp 1 juta hingga pembayaran terakhir sebesar Rp 11 juta. Total uang yang telah dikirim mencapai sekitar Rp 37 juta.
Namun, hingga seluruh pembayaran dilakukan, barang yang dijanjikan tak pernah diterima.
"Uang saya sudah masuk puluhan juta. Kadang bayar Rp 1 juta per bulan dan terakhir Rp 11 juta. Bukti percakapan dan bukti transfer semuanya ada. Tapi saya belum melapor karena masih sibuk tugas," katanya.
Tak hanya kehilangan uang, Nanang juga mengaku sempat menelusuri keberadaan keluarga RMA di Kabupaten Jember. Namun, saat didatangi, keluarga yang sebelumnya diakui memiliki hubungan dengan RMA justru membantah kedekatan tersebut.
Menurut Nanang, keluarga itu bahkan menyarankan agar kasus tersebut diproses secara hukum karena RMA disebut kerap bermasalah dengan dugaan penipuan.
Korban juga mengungkap fakta lain yang membuatnya terkejut. Namanya diduga digunakan oleh RMA untuk meyakinkan calon korban lain dengan cara mengaku bahwa dirinya merupakan tunangan RMA.
"Saya yang jadi korban malah diisukan sebagai tunangan RMA. Dugaan saya, itu dilakukan untuk mempermudah meyakinkan calon korban lain," ungkapnya.
Hingga Rabu (22/7), RMA belum memberikan tanggapan atas tudingan tersebut. Pesan yang dikirim melalui WhatsApp hanya menunjukkan tanda telah diterima, namun tidak dibalas. Panggilan telepon yang dilakukan juga tidak direspons meski nada sambung terdengar.
Kasus dugaan penipuan yang melibatkan RMA sebelumnya juga telah mencuat setelah sejumlah korban lain mengaku mengalami kerugian dengan berbagai modus. Keterangan dari Nanang menambah daftar dugaan korban yang mengaku mengalami kerugian akibat aksi serupa.
Meski demikian, seluruh dugaan tersebut masih menunggu proses pembuktian dan penanganan lebih lanjut oleh aparat penegak hukum apabila laporan resmi telah diajukan. (hum/pri)
Editor : Edy SupriyonoSumber : Radar Situbondo