Radarsitubondo.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam atas meninggalnya KD, warga Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, yang tewas setelah menjadi korban pengeroyokan massa di Kabupaten Tabanan, Bali.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Jumat dini hari, 24 Juli 2026. Korban diduga terlibat dalam kasus pencurian ayam aduan sebelum akhirnya menjadi sasaran amuk warga hingga kehilangan nyawa.
Sebagai bentuk kepedulian, jajaran Pemkab Buleleng langsung turun ke rumah duka untuk memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini 27 Juli, Leo Panen Keberuntungan, Scorpio Harus Waspada Pengkhianatan!
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng, Putu Kariaman, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan kunjungan ke kediaman keluarga korban bersama Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga serta Camat Banjar.
Dalam kunjungan tersebut, pemerintah menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako dan pakaian layak pakai kepada keluarga korban, termasuk istri, ketiga anak, dan orang tua almarhum.
Menurut Kariaman, langkah tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi keluarga yang kini harus menghadapi kehilangan tulang punggung keluarga.
Selain bantuan kebutuhan dasar, Pemkab Buleleng menaruh perhatian khusus terhadap keberlangsungan pendidikan tiga anak korban.
Baca Juga: Kuota Internet Tak Boleh Hangus Sembarangan! MK Wajibkan Operator Beri Perlindungan
Kariaman menegaskan bahwa Bupati Buleleng, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah berharap anak-anak korban tetap dapat melanjutkan pendidikan mereka tanpa hambatan akibat musibah yang menimpa keluarga.
“Pemerintah daerah ingin memastikan masa depan anak-anak korban tetap terjaga dan tidak terpengaruh oleh peristiwa yang telah merenggut sosok ayah mereka,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada bantuan sosial, Dinsos P3A Buleleng juga menyiapkan layanan pendampingan psikologis bagi keluarga korban.
Sejak Senin, 27 Juli 2026, tim psikolog mulai diterjunkan untuk membantu memulihkan kondisi mental dan emosional anak-anak yang kehilangan ayah mereka secara tragis.
Pendampingan tersebut dinilai penting guna mencegah trauma berkepanjangan yang dapat memengaruhi tumbuh kembang maupun kehidupan sosial mereka di masa mendatang.
Baca Juga: Demi Film Baru, Iqbaal Ramadhan Belajar Jadi Copet Selama Sebulan!
Sementara itu, Kepala Desa Sidetapa, I Made Sutama, mengaku sangat terpukul saat menjemput jenazah warganya. Ia menyayangkan peristiwa yang berujung pada hilangnya nyawa tersebut.
Menurutnya, setiap dugaan tindak pidana seharusnya diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, bukan diselesaikan dengan tindakan kekerasan atau main hakim sendiri.
Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan masyarakat dapat mempercayakan penanganan kasus hukum kepada aparat yang berwenang agar tidak menimbulkan korban jiwa.(*)
Editor : Titin Wulandari