Kebakaran Hutan Sumsel Meluas: 3.000 Warga Palembang Doa Minta Hujan, 8 Helikopter Turun

Agung Sedana • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:18 WIB
Foto udara menunjukkan kebakaran hutan dan lahan yang menyebar di Ogan Ilir, Sumatra Selatan, pada 14 September 2023. (Al ZULKIFLI/AFP)
Foto udara menunjukkan kebakaran hutan dan lahan yang menyebar di Ogan Ilir, Sumatra Selatan, pada 14 September 2023. (Al ZULKIFLI/AFP)

RADARSITUBONDO.ID - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan memasuki fase penanganan intensif setelah tercatat 12.956 titik panas hingga 23 Agustus 2026.

Luas lahan yang terbakar mencapai 1.926 hektare, berdasarkan data yang disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Sumatera Selatan M. Iqbal Alisyahbana dalam rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Palembang, Senin, 24 Agustus 2026.

Presiden Prabowo kemudian memerintahkan penguatan penanganan karhutla di Sumatera Selatan. Pemerintah mengerahkan 11.567 personel, dua helikopter patroli, dan enam helikopter water bombing untuk mempercepat pemadaman.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan dukungan pemerintah diperkuat untuk mempercepat penanganan sekaligus mencegah kebakaran meluas.

"Presiden Prabowo memastikan dukungan pemerintah terus diperkuat untuk mempercepat penanganan sekaligus mencegah meluasnya karhutla dengan berbagai upaya," kata Teddy dalam keterangannya, Selasa, 25 Agustus 2026.

12.956 titik panas tercatat di Sumsel

Data per 23 Agustus menunjukkan jumlah hotspot di Sumatera Selatan mencapai 12.956 titik.

Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni 2.435 titik, disusul Musi Banyuasin sebanyak 2.139 titik dan Muara Enim sebanyak 1.909 titik.

Selain hotspot, BPBD Sumsel mencatat 1.723 kejadian karhutla hingga 23 Agustus.

Angka tersebut menunjukkan besarnya skala kebakaran yang harus ditangani pemerintah daerah bersama unsur TNI, Polri, pemadam kebakaran, dan instansi terkait.

11.567 personel dan delapan helikopter dikerahkan

Untuk mempercepat pemadaman, pemerintah mengerahkan 11.567 personel dari berbagai unsur. Prabowo juga memerintahkan pengerahan dua helikopter patroli dan enam helikopter water bombing ke Sumatera Selatan.

Pengerahan kekuatan udara tersebut menjadi bagian dari upaya menangani titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Selain personel dan helikopter, pemerintah menyiapkan 20 unit ekskavator untuk dikirim ke Sumatera Selatan.

Alat berat tersebut disiapkan sesuai permintaan BPBD Sumsel untuk mendukung pembuatan kanal dan sumber air di wilayah terdampak.

Pemerintah siapkan pencegahan di kawasan gambut

Penanganan karhutla tidak hanya diarahkan pada pemadaman api. Prabowo juga meminta penambahan sumur bor, embung, dan kanal di kawasan gambut sebagai bagian dari upaya mencegah kebakaran kembali meluas.

Pemerintah juga diminta memperkuat deteksi dini di setiap titik panas agar penanganan dapat dilakukan sebelum api berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Teddy mengatakan pemerintah akan terus mengevaluasi kendala di lapangan dan memenuhi kebutuhan tambahan yang diperlukan.

"Presiden Prabowo meminta seluruh jajaran terus bergerak cepat, mengevaluasi setiap kendala di lapangan, dan segera memenuhi kebutuhan tambahan yang diperlukan," ujarnya.

Ada inovasi ubi bombing untuk pemadaman

Selain water bombing, pemerintah mengembangkan metode alternatif yang disebut ubi bombing atau tepuk bubuk berbahan baku ubi atau singkong.

Menurut Teddy, inovasi tersebut dikembangkan sebagai salah satu alternatif bahan pemadam untuk membantu mengendalikan karhutla.

"Mengembangkan inovasi bahan pemadam berbahan baku ubi atau singkong," kata Teddy.

Seribu perwira TNI-Polri disiapkan

Upaya pencegahan juga diarahkan kepada masyarakat di wilayah rawan karhutla. Prabowo meminta 1.000 perwira TNI-Polri disiapkan untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat pencegahan di tingkat masyarakat, selain penanganan yang dilakukan melalui personel pemadam dan operasi udara.

Teddy menegaskan penanganan karhutla harus dilakukan sejak deteksi dini hingga pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas.

"Penanganan karhutla tidak boleh berhenti pada pemadaman, tetapi harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari deteksi dini, penguatan sarana dan personel, hingga pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas," katanya.

Ribuan warga Palembang gelar salat istisqa

Di tengah kondisi tersebut, sekitar 3.000 warga Palembang menggelar salat istisqa untuk memohon hujan. Salat khusus meminta hujan itu digelar di halaman kantor Gubernur Sumatera Selatan. Asap tebal menyelimuti sejumlah jalan, bangunan, dan fasilitas umum sehingga jarak pandang berkurang.

Pengendara bahkan disebut harus menyalakan lampu kendaraan pada siang hari karena kondisi berkabut asap. Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menangani kebakaran dan kekeringan.

"Kami telah melakukan semua yang kami bisa dan bekerja sama dengan semua pihak terkait," kata Herman sebelum pelaksanaan salat.

Menurut Herman, doa menjadi bagian dari ikhtiar masyarakat di tengah kondisi tersebut.

"Sebagai orang yang beriman, kami juga berdoa kepada Tuhan agar menurunkan hujan sehingga kehidupan dapat kembali normal," ujarnya.

Salat istisqa tersebut berlangsung bersamaan dengan berbagai upaya teknis pemerintah, mulai dari pemadaman, pengerahan personel, operasi udara, hingga pembangunan sarana sumber air.

72 orang ditangkap terkait dugaan karhutla

Selain penanganan di lapangan, pemerintah juga melakukan penegakan hukum terhadap pihak yang diduga menyebabkan kebakaran.

Dalam bahan awal disebutkan, kepolisian telah menangkap 72 orang yang diduga terlibat dalam sejumlah kebakaran hutan dan lahan.

Empat perusahaan juga tengah diperiksa terkait dugaan penggunaan api untuk membuka lahan dengan biaya lebih rendah.

Status hukum tersebut tetap perlu dibedakan antara dugaan, proses penyelidikan atau penyidikan, dan pihak yang telah dinyatakan bersalah melalui putusan pengadilan.

Penanganan karhutla tidak berhenti pada pemadaman

Dengan 12.956 titik panas dan luas lahan terbakar mencapai 1.926 hektare hingga 23 Agustus, penanganan karhutla Sumatera Selatan kini dilakukan melalui beberapa jalur sekaligus.

Pemerintah mengerahkan personel dan helikopter untuk pemadaman, menyiapkan ekskavator serta sumber air, memperkuat deteksi dini, mengembangkan metode pemadaman alternatif, dan menyiapkan edukasi kepada masyarakat.

Di sisi lain, penegakan hukum tetap berjalan terhadap pihak yang diduga terlibat dalam pembakaran. Upaya masyarakat melalui salat istisqa juga dilakukan di Palembang sebagai ikhtiar menghadapi cuaca kering dan kabut asap yang menyertai karhutla.

 

Editor : Agung Sedana
sumsel kebakaran sumatera selatan