RadarBanyuwangi.id – Pada perjalanan Mikraj menuju Sidratul Muntaha, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi Musa AS di langit ke-6.
Pada peristiwa yang seharusnya membahagiakan tersebut, nabi kaum Bani Israel itu justru bersedih.
Seperti diketahui, pada kisah Isra Mikraj, Nabi Muhammad SAW bersama Malaikat Jibril AS naik menuju Sidrotul Muntaha.
Kisah Isra Nabi Muhammad ini diawali dari Masjidil Haram (Mekkah) menuju Masjidil Aqsa (Palestina) dengan mengendarai Buraq.
Selanjutnya, Nabi Muhammad melakukan Mikraj menuju langit ke-7 hingga Sidrotul Muntaha.
Di langit pertama, Rasuluhha bertemu Nabi Adam, dan langit kedua bertemu Nabi Yahya bin Zakaria dan Nabi Isa bin Maryam.
Kemudian di langit ketiga bertemu Nabi Yusuf, dan langit keempat bertemu Nabi Idris.
Sedangkan di langit kelima bertemu Nabi Harun bin Imran, langit keenam bertemu Nabi Musa bin Imran, dan langit ketujuh bertemu Nabi Ibrahim AS.
Dilansir dari NU Online, saat berada di langit ke-6, Nabi Muhammad SAW bertemu Nabi Musa.
Nah, saat hendak melanjutkan perjalanan ke langit ke-7, tiba-tiba Nabi Musa AS menangis.
“Apa yang membuatmu menangis?” tanya Nabi Muhammad penasaran.
“Aku menangis, karena ada orang yang lebih muda diutus setelahku, tapi umatnya lebih banyak yang masuk surga daripada umatku,” jawab Musa menyesal.
Baca Juga: Palsukan 25 Sertifikat Tanah dan Stempel PU-CKPP Banyuwangi, Prabowo dan Doni Rosida Ditahan
Nabi Musa bersedih karena jumlah umatnya lebih sedikit dibanding umat Nabi Muhammad.
Kemuliaan umat Nabi Musa juga dikalahkan oleh umat Nabi Muhammad yang lebih muda darinya.
Padahal, masa umat Nabi Musa jauh lebih lama dibanding masa umat Nabi Muhammad.
Nabi Musa menyesal karena tidak bisa memaksimalkan usianya yang jauh lebih panjang untuk bisa berdakwah pada umatnya agar bisa patuh seutuhnya kepada Allah SWT.
Syekh Badruddin Ahmad al-Aini menjelaskan, “Musa menangis karena merasa sedih atas umatnya. Jumlahnya lebih sedikit dibanding umat Muhammad dan keutamaannya kalah dengan umat Muhammad.” (Syekh Badruddin Ahmad al-Aini, dalam Umdtaul Qari [17/63]).
Sikap Nabi Musa demikian bukanlah karena rasa iri (hasud) dengan Nabi Muhammad.
Melainkan karena merasa menyesal. Mengapa dulu umatnya banyak melanggar perintah Allah, sehingga mempengaruhi derajat kedudukannya di sisi Tuhannya. (*)
Editor : Ali Sodiqin