RadarBanyuwangi.id – Hikmah di balik kisah Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW patut kita teladani.
Salah satunya adalah sejumlah golongan yang ditemui Rasulullah SAW selama melakukan perjalanan Isra Mikraj.
Isra Mikraj dibagi menjadi dua. Yaitu Isra dan Mikraj. Keduanya sama-sama dijalani Nabi SAW bersama Malaikat Jibril dengan mengendari Buraq.
Isra adalah perjalanan dari Masjidil Haram Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina.
Sedangkan Mikraj adalah perjalanan dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntoha, singgasana Allah SWT.
Dalam dua perjalanan ini, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan beragam golongan manusia dan nabi-nabi terdahulu.
Pada perjalanan Isra, Nabi Muhammad bertemu 11 golongan manusia dengan berbagai macam tingkah lakunya.
Dikutip dari NU Online, kisah ini termaktub dalam kitab Dardir Miraj karya Syekh Najmudin Al-Ghaithi.
11 golongan yang ditemui Nabi Muhammad SAW saat Isra tersebut adalah:
- Orang-orang yang gemar bersedekah yang digambarkan dengan panen yang tak berhenti-henti
- Orang-orang yang senantiasa berpegang teguh pada agama Allah yang dicontohkan dari bau harum keluarga besar Masyitah yang dimasak hidup-hidup oleh Fir‘aun karena tidak mau mengakuinya sebagai Tuhan
- Pemalas mengerjakan shalat fardhu yang akan mendapat siksaan berupa kepala yang pecah dan kembali utuh dan berlangsung berkali-kali
- Orang-orang yang enggan bersedekah yang diibaratkan memakan pohon dhari' (pohon kering dan berduri), zaqqum (tumbuhan yang rasanya pahit) dan batu yang panas
- Pezina yang lebih memilih wanita lain di luar istrinya sendiri yang diibaratkan dengan memilih daging busuk daripada daging empuk
- Para perampok atau pembegal yang akan mendapat balasan terbakar oleh kayu di tengah jalan akibat kelakuannya sendiri
- Pemakan harta riba yang diibaratkan seperti orang yang berenang di sungai yang penuh darah
- Golongan orang yang rakus jabatan yang diibaratkan dengan orang memikul kayu bakar berat di pundaknya, namun masih terus ingin menambah kayunya walaupun sebenarnya mereka tidak kuat memikulnya
- Para dai yang tidak mengamalkan ucapannya yang diperlihatkan lidah dan mulutnya dipotong dengan menggunakan gunting besi berulang-ulang
- Para pengumpat yang digambarkan dengan golongan orang yang berkuku panjang dan terbuat dari tembaga yang mencakar-cakar muka mereka dengan kuku tersebut
- Golongan provokator yang karena ulahnya menimbulkan masalah besar yang diibaratkan dengan keluarnya seekor sapi yang besar dari lubang kecil. Setelah itu sapi tersebut tidak mampu kembali masuk ke lubang. (*)