RadarSitubondo.id - Bagi orang yang berpuasa tubuhnya tidak menerima asupan.
Baik itu asupan makan dan minum. Tubuh selama 13 jam tidak mendapat nutrisi.
Pola makan yang berubah saat ramadhan biasanya berpengaruh pada tubuh, utamanya bagi mereka yang mempunyai penyakit asam lambung atau maag.
Sebab, bagi seseorang yang mempunyai penyakit tersebut dituntut harus menjaga pola makan.
Hal itu penting agar asam lambung tidak naik yang bisa menyebabkan maag.
Akan tetapi tahukah kalian menurut penjelasan medis, saat orang melakukan puasa justru cenderung tidak mempunyai kenaikan asam lambung.
Sehingga maag yang selama ini diderita pun tidak kambuh meskipun tak makan belasan jam.
Mengapa demikian?
Dikutip dari RSUD Cilacap, menurut dokter Anggi Apriansyah, puasa mempunyai banyak manfaat.
Salah satu manfaatnya yakni dapat meredakan sakit maag.
Menurut dokter Anggi, maag kambuh karena kebiasaan minum soda dan makanan pedas setiap hari, serta juga stres menjadi pemicu penyebab maag.
"Karena keluhan sakit maag yang timbul pada pasien akibat ketidakteraturan makan, konsumsi makanan camilan,seperti makanan yang berlemak, asam, dan pedas sepanjang hari, konsumsi minuman bersoda dan minum kopi,merokok dan juga faktor stres," jelasnya dalam keterangan artikel yang diunggah RSUD Cilacap.
"Selama berpuasa, pasien-pasien ini pasti makan lebih teratur karena hanya dua kali dengan waktu yang lebih kurang sama setiap harinya selama puasa Ramadhan, yaitu saat sahur dan berbuka," tutup keterangan tersebut.
Itulah alasan medis mengapa maag justru tidak kumat saat berpuasa. (*)
Editor : Ali Sodiqin