RadarSitubondo.id - Sebagian dari kita mengira, ketupat hanya merupakan olahan dari beras.
Ketupat biasanya dalam pembuatannya dibungkus dalam anyaman janur. Tidak sedikit orang yang kesulitan dalam membuat anyaman untuk ketupat.
Tahukah kalian? Ternyata makna dari kata ketupat sangatlah dalam. Bahkan sampai ada hari raya ketupat yakni di tanggal 7 Syawal.
Dikutip dari Jawa Pos, kata 'ketupat atau kupat' berasal dari kata bahasa Jawa 'ngaku lepat' yang berarti “mengakui kesalahan”.
Ini dianalogikan dengan ketupat, sebagai sesama muslim, diharapkan dapat mengakui kesalahan sehingga saling memaafkan dan saling melupakan kesalahan.
Ketupat yang terbuat dari daun janur muda yang masih berwarna kuning memiliki filosofi sebagai penolak bala' atau marabahaya.
Sedangkan bentuk segi empat mencerminkan prinsip 'kiblat papat lima pancer' yang bermakna bahwa kemanapun manusia menuju, pasti selalu kembali.
Rumitnya anyaman bungkus ketupat melambangkan berbagai macam kesalahan yang diperbuat manusia.
Sedangkan warna putih ketupat pada saat dibelah dua mencerminkan kebersihan dan kesucian setelah mohon ampun atas segala kesalahan dan dosa.
Beras sebagai isi ketupat diharapkan menjadi lambang kemakmuran setelah Lebaran dan saling bermaafan.
Oleh karenanya hari raya ketupat merupakan penyempurna setelah berpuasa ramadhan dan mereka yang melanjutkan 6 hari puasa syawal. (*)
Editor : Bayu Saksono