Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Sejarah Ditemukannya Kopi Arabica, Minuman dari Feses Luwak

Muhammad Khoirul Rizal • Sabtu, 7 September 2024 | 16:18 WIB
Kopi di Kayumas Situbondo. (Khoirul Rizal/RadarSitubondo.id)
Kopi di Kayumas Situbondo. (Khoirul Rizal/RadarSitubondo.id)

RadarSitubondo.id - Siapa yang tidak mengenal jenis kopi arabica, kopi dengan cita rasa khas dengan harga selangit.

Kopi arabica berasal dari feses hewan luwak. Dimana biji kopinya terlebih dahulu dimakan oleh luwak.

Feses biji kopi yang masih utuh dari luwak inilah yang kemudian diolah menjadi minuman bercita rasa tinggi.

Penemuan jenis kopi arabica ini berawal dari ketimpangan yang dialami warga pribumi di masa penjajahan.

Dikutip dari laman resmi Pemprov Jatim, sejarah awal ditemukannya jenis kopi arabica yakni dari para pekerja rodi di zaman Belanda.

Saat itu merupakan komoditi kopi hanya khusus diperuntukkan sebagai minuman para bangsawan di Eropa.

Sedangkan para petani tidak diperbolehkan mengambil hasil perkebunan yang mereka tanam sendiri.

Hal ini yang kemudian membuat petani yang ingin minum kopi harus melakukan hal yang tak lazim pada saat itu yaitu mengolah bubuk kopi dari biji kopi bekas santapan luwak yang terkandung dalam feses luwak.

Biji kopi tersebut dicuci dan disangrai untuk kemudian dinikmati bersama. Tidak disangka hasil olahan biji kopi dari bekas santapan luwak ini memiliki rasa dan aroma yang unik.

Berbeda dengan kopi pada umumnya, mulai saat itu para petani selalu mengumpulkan feses luwak untuk dijadikan kopi. 

Dari itulah nilai jual kopi luwak semakin tinggi dari waktu ke waktu, bahkan pemasarannya kini sampai ke seluruh Indonesia hingga luar negeri. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#situbondo #Kopi Kayumas #kopi luwak #kopi arabika #sejarah #kerja rodi #zaman belanda