RADAR SITUBONDO - Almarhum Kiai Fawaid As’ad adalah sosok yang kharismatik dan ghirah Islamiyah serta himmah-nya sangat luar biasa. Beliau adalah pengasuh ketiga Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo.
Setiap gerakan politiknya selalu mengacu pada Izzul Islam Wal Muslimin. Kiai Fawaid termasuk salah satu putra KHR As’ad Syamsul Arifin (Kiai As’ad), pahlawan Nasional dan pengantar tongkat dan tasbih ke KH Hasyim As’ari.
Kiai Fawaid As’ad selalu mengambil posisi terdepan dalam berpolitik. Dalam hal ini Kiai Fawaid benar-benar mewarisi ayahandanya, Kiai As’ad Syamsul Arifin.
Selain berpolitik, Kiai Fawaid juga suka dengan dangdut Rhoma Irama. Kiai Achmad Fawaid As’ad tidak bisa dilepaskan dari ketokohannya membela Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Bahkan, dengan segala macam risiko, beliau masuk langsung dalam gelanggang perpolitikan yang hingga hari ini dianggap ranah yang kotor. Kritikan, cemoohan, sekaligus hinaan yang dialamatkan pada dirinya tidak membuat pendiriannya berubah sedikitpun.
Baginya, politik adalah alat bukan tujuan. Melalui berpartai, diharapkan terjadi perubahan persepsi di masyarakat bahwa politik bukanlah sesuatu yang haram untuk dijamah. Melainkan sesuatu yang harus “direbut” untuk kemaslahatan umat.
Selain itu, Kiai Fawaid bertarung dengan mengedepankan akhlakul karimah dikala para politikus menggunakan kekuasaannya untuk meraup materi dan jabatan.
Kiai Fawaid sedikit pun tidak pernah menikmati hasil perjuangan politiknya. Al arif billah KH Maemoen Zubair mengatakan, orang yang berjuang tetapi tidak menikmati hasil politik adalah Kiai Fawaid As’ad.
Setiap hari beliau pergi, atau berjalan kemanapun, Kiai Fawaid pasti membawah Al Quran dan beliau tidak pernah sekali tidak membaca Al Quran.
Beliau juga istiqomah sholat berjamaah setiap hari dan dalam kondisi apapun. Itu adalah amaliah yang tidak pernah ditinggalkan.
Bahkan, dalam melakukan perjalanan Kiai Fawaid selaluh membaca Al Quran. Jadi tidak heran jika dalam satu minggu, Kiai Fawaid selalu menghatamkan Al Quran minimal satu kali.
Dunia politik saat ini merindukan sosok Kiai Fawaid As’ad. Politisi yang menjunjung tinggi ajaran Islam dalam setiap kegiatan politiknya. Meskipun kemenangan dalam setiap even pemilu sangat diharapkan, namun Kiai Fawaid tidak pernah mau menghalalkan segala cara.
Kiai Fawaid adalah sosok hamba Allah yang berkeinginan supaya setiap langkahnya di politik bisa bernilai ibadah. Kalah dalam pemilu adalah hal yang biasa.
Justru kekalahan yang sebenarnya adalah ketika kita tidak mampu mempertahankan ketakwaan kepada Allah SWT.
Kia Fawaid merupakan sosok politisi yang mengisi harakah politiknya dengan ruh jihad Nahdatul Ulama. Dan Kiai Fawaid dia selalu memprioritaskan kader NU dalam setiap kebijakan politiknya. Kemaslahatan NU benar-benar dijadikan pertimbangan dalam menentukan sikap politiknya.
Kia Fawaid mengabdikan seluruh jiwa dan raganya untuk perjuangkan jami’iyah Nahdatul Ulama yang telah diwariskan dari ayahandanya Kiai As’ad Syamsul Arifin.
Darah juangnya selalu berkobar untuk kebesaran dan kemajuan NU. Sebagaimana abahnya, darah dan sumsumnya adalah NU. (*)
- Penulis: AHMAD IHYA’
- Mahasiswa jurusan KPI Fakultas Dakwah Universitas Ibrahimy Sukorejo Situbondo