Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Nikahi Janda Umur 40 Tahun di Usia 25, Ini Sejarah Singkat Nabi Muhammad SAW

Redaksi • Rabu, 13 November 2024 | 19:21 WIB
ILUSTRASI. (Jawa Pos)
ILUSTRASI. (Jawa Pos)

RADAR SITUBONDO – Nabi Muhammad SAW lahir di kota Mekkah, Arab Saudi pada tahun 570 Masehi. Ia keturunan Bani Hasyim dari Suku Quraisy.

Kehidupannya dimulai dengan tantangan besar, ia kehilangan kedua orang tuanya Abdullah dan Siti Aminah di usianya yang masih muda. Kemudian ia dibesarkan oleh kakeknya Abdul muttalib, serta pamannya Abu Talib.

Sejak kecil, Muhammad dikenal dengan julukan Al-Amin (yang terpercaya) karena kejujurannya dan integritas dalam berdagang.

Sebelum Muhammad diangkat menjadi nabi, ia bekerja sebagai pedagang dan menjalani kehidupan yang penuh perjalanan dagang ke berbagai daerah, termasuk Syria.

Dalam perjalanan ini, ia berinteraksi dengan berbagai budaya dan agama, yang kelak memperkaya pemahaman dan perspektifnya.

Di usianya yang ke-25 tahun, ia menikahi khadijah, seorang janda berusia 40 tahun. Khadijah menjadi pendukung setia Muhammad dalam misi kenabiannya, serta menjadi salah satu orang pertama yang memeluk agama Islam.

Kemudian pada tahun 610 M, saat berusia 40 tahun, Muhammad menerima wahyu pertama dari Allah melalui Malaikat Jibril di Gua Hira. Wahyu ini menjadi bagian dari Al-Qur'an yang akan membimbing umat manusia menuju kebenaran.

Setelah menerima wahyu, Muhammad mulai mengajak orang-orang di Mekkah untuk menyembah satu Tuhan dan meninggalkan penyembahan berhala. Meskipun menghadapi penentangan keras dari pemimpin Quraisy, ia terus menyebarkan ajaran Islam dengan penuh ketekunan.

Ketika tekanan di Mekah semakin meningkat, Muhammad dan para pengikutnya melakukan hijrah ke Madinah (dulu dikenal sebagai Yatsrib) pada tahun 622 M.

Peristiwa ini menjadi tonggak awal kalender Islam (Hijriyah). Di Madinah, Muhammad diterima dengan baik dan mulai membangun komunitas Muslim yang solid.

Ia menyusun Piagam Madinah, yang mengatur hubungan antara Muslim dan non-Muslim serta memberikan kebebasan beragama kepada semua warga.

Selama masa kepemimpinannya, Muhammad terlibat dalam sejumlah pertempuran penting.

Salah satu yang paling terkenal adalah Pertempuran Badar pada tahun 624 M, di mana pasukan Muslim yang kecil mampu mengalahkan pasukan Quraisy yang jauh lebih besar.

Kemenangan ini bukan hanya memberikan semangat kepada umat Islam, tetapi juga memperkuat posisi Muhammad sebagai pemimpin.

Setelah itu, Muhammad juga terlibat dalam pertempuran Uhud dan Perang Khandaq, yang masing-masing menghadapi tantangan dan kehilangan.

Namun, meskipun mengalami banyak kesulitan, ajaran Islam terus berkembang, dan semakin banyak orang yang memeluk agama ini.

Pada tahun 630 Masehi, Muhammad memimpin penaklukan Mekkah. Dengan kekuatan yang cukup besar, beliau berhasil merebut kota suci tanpa banyak pertumpahan darah.

Dalam momen bersejarah ini, Muhammad membersihkan Kakbah dari berhala dan mengembalikan tempat suci tersebut kepada ibadah monoteisme.

Tindakan ini menandai kemenangan besar bagi umat Islam dan menjadikan Meakah sebagai pusat ibadah bagi mereka. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Khadijah #madinah #profil #Suku Quraisy #agama islam #sejarah #mekkah #nabi muhammad saw