radarsitubondo.id – KHR As’ad Syamsul Arifin adalah satu-satunya tokoh dengan gelar Pahlawan Nasional dari Situbondo. Namun belum banyak yang tahu, apa kepanjangan gelar KHR yang disandang tokoh kharismatik kelahiran Tanah Suci Mekkah itu.
Menurut data Wikipedia, nama tokoh kebanggaan warga Kota Santri Situbondo ini ditulis dengan ejaan K.H.R. As’Ad Syamsul Arifin. Sedangkan nama lengkapnya tertulis K.H. As’ad Syamsul Arifin bin Ruham bin Ihsan bin Khomsi.
Sementara itu pada pencarian lain dengan menggunakan search engine, belum ada data yang menjelaskan secara gambling tentang kepanjangan K.H.R. sebagai gelar sekaligus nama depan Kiai As’ad Syamsul Arifin sang pemimpin Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Situbondo, Jawa TImur tersebut.
Pada sisi lain, pencarian dengan dukungan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan mengacu pada gelar sang kiai tersebut. Hasil yang paling banyak menujukkan bahwa KHR merupakan kepanjangan dari Kiai Haji Raden.
Sehingga nama lengkap salah satu tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU) ini adalah Kiai Haji Raden As’ad Syamsul Arifin.
Perlu diketahui, gelar kiai mengacu pada tokoh agama terutama sosok guru yang menjadi panutan para santri.
Dengan kata lain, kiai biasanya mengabdikan diri untuk agama dan bangsa, dalam hal ini khususnya menggembleng dan mendidik para santri di pondok pesanten.
Sedangkan gelar Haji hanya disandang oleh umat Islam yang mampu menunaikan rukun Islam kelima, yakni menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.
Yang terakhir, gelar Raden merupakan gelar bangsawan yang digunakan oleh lelaki dalam tatanan kultur masyarakat Jawa dan Madura.
Beberapa etnis di Indonesia juga ada yang menggunakan gelar Raden untuk bangsawan laki-laki.
Nah, untuk Kiai As’ad Syamsul Arifin, gelar Raden yang disandangnya merupakan trah bangsawan dari Madura. (*)
Editor : Bayu Saksono