radarsitubondo.id – Tidak banyak puncak gunung yang punya nilai histori kuat dalam perkembangan penyebaran agama Islam di Indonesia, terutama di Pulau Jawa.
Salah satunya yuang perlu dikunjungi peziarah muslim adalah Gunung Jabalkat.
Bagi masyarakat tradisional Jawa, nama Jabalkat di masa lalu merupakan kiasan untuk menggambarkan lokasi yang sangat jauh.
Namun kini, Jabalkat yang sudah umum dan kian populer menjadi nama gunung di Provinsi Jawa Tengah.
Secara geografis, Gunung Jabalkat masuk wilayah Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Nama wilayah itu sangat kental dengan sosok Walisongo (para penyebar agama Islam di Indonesia) yang ke Sembilan, yakni Sunan Bayat.
Pemberian nama Gunung Jabalkat juga erat kaitannya dengan kisah-kisah sejarah toponimi (asal mula nama daerah) seperti Kota Boyolali dan Kota Salatiga. Lantaran dalam perjalanan Ki Ageng Pandanaran (Sunan Bayat) sempat terpisah dalam perjalanan dengan istrinya.
Terpisah dalam perjalanan bukan berarti ada perpisahan. Kejadian ini jauh sebelum jaman kolonial Belanda, juga tidak terkait dengan kerja rodi.
Bermacam cerita toponimi (bukan mitos) itu masih terkait dengan perjalanan spiritual Ki Ageng Pandanaran yang merupakan pejabat penting di Pulau Jawa masa itu, atas bimbingan Sunan Kalijaga untuk segera hijrah dari urusan dunia untuk mendalami spiritual Islam.
Dalam beberapa portal sejarah disebutkan, Sunan Kalijaga pernah memberikan pesan penting kepada Ki Ageng Pandanaran di puncak Gunung Jabalkat.
‘’Sliramu gaweo pembayatan marang kabeh manungsa. Tanpa ningali apa agamane.’’
Kurang lebih pesan itu maknanya: ‘’Anda buatlah pembayatan (berbagi kebaikan) untuk semua umat manusia. Tanpa memandang apa agama mereka.’’
Jabalkat meskipun disebut gunung, namun ketinggiannya hanya sekitar 860 meter di atas permukaan air laut.
Dengan posisi dataran yang tidak terlalu tinggi untuk ukuran gunung, tentu saja pengunjung atau peziarah tidak membutuhkan energi dan perbekalan esensial untuk mencapai puncak Gunung Jabalkat.
Nah, yang paling penting, di kawasan puncak Gunung Jabalkat ini terdapat kompleks pemakaman Sunan Bayat. Tidak ada mitos khusus, maupun pantangan berkunjung ke sini.
Menjadi salah satu home base Sunan Bayat sebagai ulama penyebar agama Islam di Indonesia, tempat ini sangat penting dikunjungi oleh peziarah muslim terutama di Pulau Jawa. (*)
Editor : Bayu Saksono