radarsitubondo.id – Pohon trembesi atau pohon saman dikenal populer sebagai pohon naungan tepi jalan di wilayah perkotaan di Indonesia.
Pohon dengan nama latin Samanea saman ini dikenal sangat bermanfaat sebagai penghasil oksigen dan bagus untuk menjalankan fungsi sebagai paru-paru kota.
Trembesi dikenal memiliki kanopi yang lebar, sering digunakan sebagai pohon peneduh di banyak kota/kabupaten.
Bahkan di negara tetangga, Singapura banyak jalanan yang sepanjang sisinya ditanam pohon trembesi.
Trembesi tampak lazim ditemui di tepi sepanjang jalan umum hingga sepanjang tepi jalan tol.
Untuk ruas jalan tol baru yang sedang digarap, misalnya seperti proyek jalan tol Probowangi yang menghubungkan Probolinggo dan Banyuwangi, memang belum dilakukan penanaman pohon tepi jalan.
Sedangkan pohon Trembesi di Singapore bahkan berukuran sangat besar dan berusia sudah puluhan tahun, atau bahkan ada yang usianya ratusan tahun.
Meskipun memiliki ukuran yang cukup besar dan tampak kokoh, pohon saman alias trembesi ini juga mudah patah atau tumbang.
Terutama pada saat musim angin kencang seperti yang terjadi di Jawa sepekan terakhir.
Karena itu, untuk merawat pohon ini agar tetap kuat dan tahan cuaca buruk harus memperhatikan beberapa factor lingkungan pendukungnya.
Setidaknya ada 6 alasan, mengapa pohon trembesi mudah patah atau tumbang:
- Ukuran dan Struktur Pohon yang Besar
Trembesi memiliki ukuran yang sangat besar dengan batang yang cukup tebal dan ranting yang panjang.
Ini membuatnya lebih rentan terhadap angin kencang atau cuaca buruk.
Ketika pohon tumbuh sangat besar, distribusi beban tidak selalu seimbang, dan ranting atau cabang yang panjang lebih mudah patah.
- Akar yang Tidak Terlalu Dalam
Penyebab utama pohon trembesi tumbang adalah akar yang relatif dangkal dibandingkan dengan pohon besar lainnya.
Akar yang tidak terlalu dalam membuatnya kurang stabil, terutama jika tanahnya gembur atau terendam air.
Ketika disapu angin kencang atau hujan lebat, akar yang kurang dalam ini bisa membuat pohon mudah ambruk.
- Batang yang Rentan Terhadap Penyakit / Hama
Trembesi bisa terkena penyakit atau hama yang merusak struktur batang atau cabang.
Jamur, bakteri, atau serangga tertentu dapat melemahkan batang pohon, menjadikannya lebih rentan patah.
Jika ada kerusakan internal pada batang, daya tahan pohon dalam menghadapi tekanan angin atau beban dari cabang yang besar akan berkurang.
- Celah atau Retakan pada Batang
Pada beberapa pohon trembesi, terutama yang sudah tua, bisa terjadi celah atau retakan pada batang.
Ini karena proses pertumbuhan atau kondisi lingkungan seperti kekeringan, yang menyebabkan batang menjadi rapuh.
Celah ini bisa menjadi titik lemah yang menyebabkan batang pohon mudah patah ketika menghadapi tekanan angin atau beban tambahan.
- Curah Hujan dan Kelembapan yang Tinggi
Trembesi adalah pohon yang tumbuh subur di daerah tropis dengan curah hujan tinggi.
Namun jika hujan lebat dan berlangsung lama, Trembesi justru lebih rentan rusak.
Kondisi tanah yang terlalu lembap atau tergenang air dapat menyebabkan akar menjadi lebih lemah, dan pohon bisa lebih mudah tumbang.
- Kondisi Tanah yang Tidak Stabil
Tanah yang tidak stabil atau memiliki struktur yang rapuh juga memengaruhi ketahanan pohon trembesi.
Jika tanah mudah erosi, akar pohon sulit tumbuh dengan optimal, yang menyebabkan pohon mudah tumbang atau patah. (*)
Editor : Bayu Saksono