radarsitubondo.id - Ketika Hari Raya Idul Fitri tiba, masyarakat sering memakai kalimat ‘’Minal aidzin wal faizin’’ saat bertemu keluarga, kerabat, tetangga, atau siapa saja yang ditemnui saat silaturahmi.
Sebenarnya, ini merupakan frasa yang tidak lengkap secara tata Bahasa Arab.
Namun, ungkapan ini sudah umum digunakan di Indonesia dan beberapa negara lainnya.
Penulisan yang Benar dan Maknanya
Dalam bahasa Arab, bentuk yang lebih lengkap adalah:
مِنَ العَائِدِينَ وَالفَائِزِينَ
(Mina al-'Aidīn wa al-Fā'izīn)
Maknanya secara harfiah adalah:
"Dari orang-orang yang kembali (ke fitrah) dan orang-orang yang menang (dalam ibadah Ramadan)."
Namun, dalam bahasa Arab, ungkapan ini sebenarnya masih kurang tepat jika ingin mengungkapkan permohonan maaf.
Ungkapan yang lebih sesuai dalam konteks Idulfitri adalah:
تَقَبَّلَ اللّٰهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ
(Taqabbalallāhu minnā wa minkum)
Artinya: "Mudah-mudahan Allah SWT menerima semua amalan ibadah kami, dan juga amal ibadah Anda sekalian."
Kesalahan Umum dalam Penggunaan "Minal Aidzin wal Faizin"
- Tanpa awalan "Mina"
"Minal Aidzin wal Faizin" sering kali ditulis tanpa "Mina", padahal "Minal" berarti "dari" dan diperlukan agar ungkapan ini memiliki struktur yang lebih baik.
- Tidak diikuti doa atau permintaan maaf
Banyak yang mengira "Minal Aidzin wal Faizin" berarti "Mohon maaf lahir dan batin," padahal sebenarnya tidak secara langsung memiliki makna tersebut.
Sehingga seharusnya penulisan yang lebih tepat adalah "Mina al-'Aidīn wa al-Fā'izīn".
Jika ingin menyampaikan permohonan maaf, lebih baik ditambah dengan "Kami mohon maaf lahir dan batin." (*)
Editor : Bayu Saksono