Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Kamu Wajib Paham, Begini Lapisan Penyusun Jalan Tol Probowangi Ketika Melintasi Area Sawah yang Berlumpur

Bayu Saksono • Sabtu, 7 Juni 2025 | 16:05 WIB
Pembangunan jalan tol yang berbasis beton cor pada area persawahan yang punya banyak kandungan lumpur.
Pembangunan jalan tol yang berbasis beton cor pada area persawahan yang punya banyak kandungan lumpur.

radarsitubondo.id - Seiring kemajuan teknologi dan perkembangan zaman, proyek pembangunan jalan tol sudah menerapkan pendekatan green construction di Indonesia.

Tidak terkecuali pada pembangunan jalan tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi), rencana jangka panjang termasuk akan dilakukan menanam kembali pohon-pohon di sepanjang jalur tol dan menyediakan underpass untuk akses petani menuju area sawahnya.

Sehingga jalan tol ini bukan sekadar tentang konektivitas antar wilayah, melainkan juga sebuah momentum membangun tanpa merusak keseimbangan lingkungan.

Nah, saat pembangunan beton bertemu dengan lumpur sawah, dan teknologi akan berdampingan dengan alam persawahan yang membuka babak baru pembangunan jalan tol Indonesia.

Ketika jalan tol bertemu dengan area persawahan yang rawan tergenang, sistem drainase menjadi prioritas utama, termasuk pada pembangunan Tol Probowangi yang sedang membangun exit Besuki di wilayah Kabupaten Situbondo hari ini.

Proyek jalan tol biasanya dilengkapi dua jenis sistem pembuangan air, yakni drainase longitudinal dan drainase transversal.

Saluran darianse longitudinal dibangun di sepanjang sisi tol untuk menampung air hujan yang mengalir pada badan jalan.

Sedangkan saluran drainase transversal atau culvert dibangun secara melintang pada bawah badan jalan tol, sehingga aliran air di sawah tetap bisa mengalir lancer dan tidak terhambat.

Air yang terkumpul akan dialirkan pada penampungan semacam kolam retensi pada lokasi tertentu, dimana fasilitas tersebut akan berfungsi menjadi pengendali banjir.

Pada musim hujan, penampungan pengendali banjir tersebut akan menampung air yang meluber untuk sel;anjutnya dilepas secara pelan-pelan mengalir menuju irigasi sawah milik masyarakat.

Nah, bagaimana dengan pembangunan jalan tol yang menembus hamparan sawah yang selama ini hanya dihuni petani dan burung bangau, dengan lahan berlumpur ?.

Tantangan menghadapi lahan luas persawahan berlumpur tentu tidak mudah, perlu solusi pemadatan lahan dengan teknologi yang tepat.

Sebab, lahan sawah memiliki kandungan air yang tinggi serta lapisan lumpur lunak yang tentu tidak stabil untuk landasan jalan tol.

Karena itu, proses pemadatan tanah di area persawahan berpumpur  membutuhkan perlakuan khusus.

Langkah pertama adalah de watering, yaitu mengeringkan air yang tersimpan di dalam tanah melalui sistem pompa dan saluran drainase awal.

Setelah itu, dilakukan proses soil replacement atau penggantian tanah lunak dengan material granular seperti pasir dan kerikil.

Selanjutnya adalah menerapkan teknik dynamic compaction, yakni dengan menjatuhkan beban berat dari ketinggian tertentu untuk memadatkan tanah hingga lapisan dalam.

Di beberapa lokasi yang lumpurnya terlalu ekstrem, dipakai metode geotextile dan prefabricated vertical drains (PVD) yang bertujuan mempercepat konsolidasi tanah lunak agar stabil dalam tempo lebih cepat.

Konstruksi jalan tol di atas lahan sawah terdiri dari beberapa lapisan penting agar mampu menahan beban kendaraan dan cuaca ekstrem:

1. Subgrade (lapisan tanah dasar): Setelah lumpur diganti, lapisan ini dipadatkan hingga mencapai CBR (California Bearing Ratio) yang memenuhi standar.

2. Subbase (lapisan pondasi bawah): Biasanya menggunakan batu pecah kasar atau campuran stabilisasi semen.

3. Base Course (lapisan pondasi atas): Menggunakan agregat kelas A yang dipadatkan dan diratakan secara presisi.

4. Surface Course (lapisan permukaan): Terbuat dari aspal beton berkualitas tinggi dengan teknologi warm mix asphalt agar tahan terhadap suhu dan tekanan. (*)

 

Editor : Bayu Saksono
#jalan tol probolinggo-banyuwangi #situbondo hari ini #lumpur #sawah #beton #Tol Probowangi #konstruksi jalan