Anime Berita Daerah Edukasi Ekonomi Bisnis Health Internasional Kasuistika Khazanah Kuliner Lifestyle Nasional Opini Otomotif Politik & Pemerintahan Seni & Budaya Sport Teknologi Travelling

Mana yang Lebih Baik, Jalan Paving Stone di Perkotaan atau Jalan Beton Cor di Ruas Tol?

Bayu Saksono • Minggu, 20 Juli 2025 | 14:25 WIB
Jalan dengan permukaan paving stone lebih ramah lingkungan di kawasan perkotaan.
Jalan dengan permukaan paving stone lebih ramah lingkungan di kawasan perkotaan.

RADARSITUBONDO.ID - Tak ada jawaban mutlak, mana yang lebih baik antara jalan dari material paving di wilayah permukiman perkotaan maupun jalan dari beton cor seperti di ruas jalan tol Probolinggo—Banyuwangi (Probowangi).

Beton cor tetap jadi pilihan utama untuk jalan tol semata karena alasan ketahanannya, sementara material paving unggul untuk kawasan kota yang butuh penyerapan air hujan dengan cepat, serta fungsi ekologis dan estetika.

Sementara aspal hotmix perkotaan mungkin mulai kalah saing di era kota hijau, paving muncul sebagai solusi cerdas untuk masa depan jalanan Indonesia.

‘Yang penting adalah kecocokan antara jenis jalan, kebutuhan lalu lintas, dan perencanaan drainase yang baik,’ ujar GS Prayudha, pengamat jalanan perkotaan yang tinggal di kawasan Villa Bukit Mas, Kecamatan Giri, Banyuwangi.

Karena itu, imbuh dia, jangan sampai salah pilih bahan atau material pembuat jalan, karena yang rugi bukan cuma pengguna jalan, tetapi juga lingkungan sekitar tempat tinggal kita.

Sementara itu, saat melintasi jalanan di kota dan ruas jalan tol, kita mungkin tak sadar bahwa jenis permukaan jalan yang kita lewati sangat menentukan kenyamanan, biaya pemeliharaan, bahkan kelangsungan lingkungan.

Dua jenis konstruksi jalan yang umum dijumpai di jalan tol adalah beton semen cor, sementara aspal hotmix masih mendominasi jalan raya biasa. Sedangkan jalan perkotaan sudah mulai beralih menggunakan paving stone yang lebih ramah lingkungan dan tidak menutup pori tanah, sehingga air hujan cepat meresap.

Tapi apa sebenarnya perbedaan antara semuanya, dan mengapa paving mulai jadi primadona baru di kawasan permukiman dan perkotaan?

Jalan paving stone yang sering kita jumpai di jalan-jalan lingkungan perumahan, kawasan pedestrian, dan perkantoran di perkotaan, terbuat dari susunan blok beton kecil yang saling mengunci.

Paving stone biasanya dipasang pada atas lapisan pasir dan agregat, memungkinkan air hujan meresap dengan lebih cepat ke dalam tanah.

Sebaliknya, di ruas tol terkini seperti jalan Tol Probowangi yang sedang berlangsung di kawasan Besuki Kabupan Situbondo hari ini biasanya digunakan beton cor semen.

Bahan beton cor untuk jalan tol dicetak langsung di tempat (on-site casting) atau berupa panel besar yang dirakit secara precast.

Beton cor bersifat rigid dan tidak fleksibel, namun sangat tahan terhadap beban berat, seperti truk-truk logistik bertonase besar yang setiap hari berlalu-lalang.

Jalan tol membutuhkan daya tahan luar biasa, dan material berupa beton cor bisa bertahan lebih dari 20 tahun dengan minim perawatan.

Sebaliknya, material paving stone lebih sesuai untuk jalan dengan lalu lintas rendah sampai sedang, seperti gang permikiman serta perkotaan dengan kawasan yang mengutamakan estetika serta drainase alami.

Di tengah perubahan iklim dan urbanisasi cepat, paving stone mulai dilirik sebagai alternatif cerdas dibanding aspal hotmix.

Ada beberapa keunggulan jalan dengan menggunakan material paving stone sebagai berikut:

Ramah Lingkungan
Tidak seperti aspal hotmix yang menyerap panas dan menyebabkan efek urban heat island, paving memungkinkan air hujan menyerap ke tanah dan mengurangi genangan air.

Mudah Perawatan dan Perbaikan
Jika ada kerusakan, cukup angkat dan ganti blok paving tanpa harus mengaspal ulang seluruh ruas jalan. Ini jelas lebih hemat waktu dan biaya.

Estetika dan Fleksibilitas Desain
Paving tersedia dalam berbagai warna dan bentuk, cocok untuk kawasan taman kota, trotoar, atau area wisata yang butuh tampilan menarik.

Tahan Lama di Iklim Tropis
Di negara seperti Indonesia yang sering hujan, paving lebih tahan terhadap keretakan akibat penyusutan dan pemuaian yang ekstrem, dibanding aspal yang mudah meleleh di bawah sinar matahari ekstrem.

Namun, paving juga punya kekurangan yakni daya tahannya lebih rendah untuk beban berat terus-menerus dan butuh fondasi yang tepat agar tidak bergelombang. (*)

Editor : Bayu Saksono
#jalan tol probolinggo-banyuwangi #ramah lingkungan #situbondo hari ini #perbedaan #beton #Tol Probowangi #keunggulan #hotmix #Paving